Satu Lagi Negara Lirik Molnupiravir, Borong 300 Ribu Obat Oral COVID-19

ADVERTISEMENT

Satu Lagi Negara Lirik Molnupiravir, Borong 300 Ribu Obat Oral COVID-19

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Rabu, 06 Okt 2021 08:18 WIB
Jakarta -

Tak hanya Malaysia, Thailand, Korea Selatan hingga Taiwan yang melirik obat oral COVID-19 pertama di dunia. Australia juga tengah mengajukan kesepakatan untuk mengamankan 300 ribu program molnupiravir, obat besutan perusahaan farmasi Amerika Serikat, Merck and Co.

Molnupiravir yang masih menyelesaikan uji klinis tahap akhir rencananya bisa mendapat persetujuan dari Therapeutic Good Administration (TGA) awal 2022. Pemerintah Australia memastikan warganya bisa memiliki akses mendapat perawatan lain selain vaksin COVID-19, seperti obat Merck and Co molnupiravir.

Molnupiravir dinilai menjanjikan karena terbukti mencegah separuh kasus kematian dan rawat inap pada pasien dewasa.

"Vaksin dan perawatan baru seperti ini akan mendorong Rencana Nasional kami untuk membuka kembali Australia dengan aman dan menjaga Australia tetap terbuka dengan aman," kata Perdana Menteri.

"Sepanjang pandemi ini kami telah mengamati dengan cermat perkembangan vaksin dan perawatan COVID-19 dan Molnupiravir akan siap digunakan di Australia jika disetujui oleh TGA," sambungnya, dikutip dari rilis resmi Prime Minister of Australia.

"Jika para ahli medis di TGA menyetujui pengobatan ini untuk digunakan, pengobatan ini akan bergabung dengan pengobatan COVID-19 lainnya seperti sotrovimab dan remdesivir yang sudah tersedia bagi dokter Australia untuk membantu merawat mereka yang mengidap COVID-19."

Molnupiravir diberikan dua kali sehari, selama 5 hari pada pasien dewasa dengan gejala COVID-19 ringan hingga sedang. Obat oral memudahkan distribusi, dan akses masyarakat lebih luas termasuk ke daerah pedesaan.

"Semua proses penilaian pengobatan COVID-19 diperlakukan dengan prioritas terbesar sebagai bagian dari respons Pemerintah terhadap pandemi," kata Menteri Kesehatan dan Perawatan Lansia Greg Hunt.

"TGA memungkinkan data tentang keamanan dan kemanjuran perawatan COVID-19 disediakan karena tersedia untuk memungkinkan persetujuan awal untuk digunakan di Australia tanpa melewatkan langkah apa pun," jelas dia sembari menegaskan vaksinasi tetap menjadi cara terpenting dan teraman bagi warga Australia untuk melindungi diri dari COVID-19.

(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT