Kamis, 07 Okt 2021 16:45 WIB

Pertama di RI, Ini Alasan Vaksin Zifivax Diberikan 3 Dosis

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali memberikan izin penggunaan darurat (EUA) untuk vaksin COVID-19 yaitu vaksin Zifivax. Dari hasil penelitiannya, vaksin Zifivax ini memiliki efikasi sebesar 81,7 persen yang diberikan dalam tiga dosis dengan interval satu bulan.

Kenapa vaksin Zifivax diberikan sebanyak tiga dosis?

Direktur Utama PT Jakarta Biopharmaceutical Industry (JBio), Mahendra Suhardono, mengatakan pemberian tiga dosis ini sesuai dengan penelitian yang ada.

"Jadi, pemberian tiga dosis ini tentu terkait dengan hasil fase-fase uji klinis sebelumnya. Ada fase 1, fase 2. Dan sebenarnya di fase 2 itu kita lakukan dua dosis dan tiga dosis," kata Mahendra dalam konferensi pers BPOM, Kamis (7/10/2021).

"Sebenarnya dua dosis cukup dari sisi untuk memberi perlindungan. Cuma kami nggak cukup dengan 'cukup'. Jadi, kami ingin yang excellent. Makanya kita teruskan menjadi tiga dosis," lanjutnya.

Mahendra mengatakan pemberian tiga dosis vaksin ini dilakukan setelah belajar dari jenis-jenis vaksin lainnya. Ada beberapa jenis vaksin yang juga diberikan sebanyak 3 kali, seperti vaksin Hepatitis B, vaksin DPT, dan vaksinasi polio.

Mahendra juga mengatakan pemberian tiga dosis juga berpengaruh untuk memberikan kekebalan yang sempurna terhadap virus.

"Kemudian dari penelitian juga mengatakan bahwa tubuh ini butuh pembelajaran untuk memberi kekebalan yang sempurna. Jadi, mungkin dosis pertama muncul sedikit (kekebalan), dosis kedua, dan dosis ketiga lebih sempurna lagi," jelas Mahendra.

"Jadi, itu memang asli dari penelitian yang membuktikan di lapangan bahwa tidak cukup di riset saja, tapi juga harus dibuktikan di lapangan," pungkasnya.

(sao/fds)