Sabtu, 09 Okt 2021 13:21 WIB

Kista Ovarium, Ciri-ciri dan Cara Mendeteksinya

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Makanan untuk Cegah Kista Ovarium Kenali ciri-ciri kista ovarium. (Foto: Getty Images/fotostorm)
Jakarta -

Kista ovarium adalah kantung berisi cairan yang berkembang di rahim wanita. Ukurannya bisa sebesar kacang polong hingga buah jeruk.

Dikutip dari Medical News Today, kista ovarium umumnya tidak berbahaya. Namun, apabila ukurannya makin membesar dan menimbulkan gejala, maka perlu diwaspadai.

Kista ovarium adalah kondisi umum yang berisiko terjadi pada semua wanita. Berikut ciri-ciri kista ovarium dan cara mengatasinya.

A. 7 ciri-ciri kista ovarium

Ada tujuh gejala kista ovarium yang dapat dirasakan wanita, yaitu:

  1. Menstruasi tidak teratur dan terasa lebih menyakitkan, atau lebih ringan dari biasanya
  2. Panggul terasa nyeri saat berhubungan seksual, beberapa wanita mengalami ketidaknyamanan di perut setelah bercinta
  3. Nyeri di panggul secara terus-menerus, kemudian menyebar ke punggung bawah dan paha (saat sebelum menstruasi dimulai atau berakhir)
  4. Nyeri saat buang air besar, karena adanya tekanan di usus saat buang air besar
  5. Perut terasa kembung, bengkak, atau berat di perut
  6. Sering buang air kecil, karena terjadi tekanan pada kandung kemih
  7. Perubahan dalam pertumbuhan payudara dan rambut di tubuh, karena jumlah hormon yang tidak normal

Terkadang kista ovarium juga dapat menyebabkan rasa nyeri dan mual seperti tanda-tanda kehamilan.

B. Cara mendeteksi kista ovarium

Umumnya kista ovarium dapat dideteksi dengan pemeriksaan dokter. Pemeriksaan fisik yang dilakukan adalah:

1. Ultrasonografi (USG)

Ini merupakan salah satu langkah utama untuk mendeteksi kista ovarium. Dengan USG, dokter dapat melihat bentuk, ukuran, letak, dan meninjau apakah kista berisi jaringan padat atau cair.

Selain untuk mendeteksi, USG juga dapat digunakan untuk memantau perkembangan kista ovarium.

2. Biopsi

Biopsi adalah prosedur pengambilan sampel jaringan ovarium. Nantinya sampel ini akan diperiksa di laboratorium untuk menentukan apakah kista tersebut bersifat jinak atau berpotensi menjadi ganas.

3. Tes darah

Langkah ini dilakukan jika hasil USG atau biopsi menunjukkan kista ovarium berpotensi menjadi ganas.

Salah satu mode pemeriksaan kista ovarium ini adalah dengan pemeriksaan protein CA-125. Zat ini biasanya meningkat pada wanita yang memiliki penyakit tertentu, seperti radang panggul, kanker ovarium, endometriosis, dan fibroid rahim.



Simak Video "Wanita Menstruasi Aman dari Gagal Jantung, Benarkah? "
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/row)