Selasa, 12 Okt 2021 13:31 WIB

Pasien COVID-19 Kategori Sedang Juga Dibayangi Risiko Pembekuan Darah

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Otoritas Thailand memulangkan sejumlah pasien positif virus Corona (COVID-19) dari ibu kota Bangkok ke kampung halaman mereka dengan menggunakan Kereta Api. Ilustrasi pasien Corona. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Sebelumnya, kasus pembekuan darah kerap kali dikaitkan dengan kondisi berat pasien COVID-19. Namun penelitian terbaru di Eropa menunjukkan bahwa tromboemoli vena (VTE) juga bisa dialami pasien dengan kondisi ringan-sedang.

Dikutip dari Straits Times, para peneliti melacak 2.292 pasien yang masuk ke IGD (Instalasi Gawat Darurat) rumah sakit dengan infeksi COVID-19 yang ringan dan sedang, tanpa ada laporan VTE. Dalam laporan Thrombosis Research, 4 minggu kemudian VTE telah berkembang di sekitar satu dari setiap 200 pasien dengan infeksi yang ringan. Selain itu, 5 dari 200 pasien dengan sakit sedang juga mengalami kondisi ini.

Melihat ini, para peneliti menyimpulkan bahwa dokter yang merawat pasien dengan infeksi sedang dan ringan pun harus mewaspadai munculnya risiko ini. Terutama pada pasien yang sangat memerlukan rawat inap.

Tanda pasien COVID-19 berisiko mengalami pembekuan darah

Berdasarkan data uji klinis, pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit akibat infeksi sedang yang memiliki kadar protein d-dimer yang tinggi dalam darahnya berisiko tinggi mengalami pembekuan darah. Untuk itu, diperlukan pengobatan dengan pengencer darah dosis tinggi heparin berat molekul rendah (LMWH) secara signifikan untuk mengurangi kemungkinan pembentukan gumpalan darah dan kematian.

"Kami dapat membuktikan...bahwa kadar d-dimer lebih dari empat kali batas atas normal mampu memprediksi kelompok pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit dengan risiko sangat tinggi. (Mengatasinya) memberikan dosis terapi heparin pada pasien ini dan berhasil," kata pemimpin studi Dr Alex Spyropoulos dari Feinstein Institutes for Medical Research di New York.

"Ini adalah praktik yang berubah sekarang," lanjutnya.

Para peneliti menemukan bahwa bahwa dosis heparin yang diberikan bisa menentukan besar risiko pasien mengalami VTE hingga kematian. Dalam laporan JAMA Internal Medicine menunjukkan bahwa pemberian heparin dalam dosis yang tinggi mampu mengurangi 32 persen risiko VTE maupun kematian pada pasien COVID-19.



Simak Video "Penjelasan Dokter soal Trombosis Covid-19 Picu Serangan Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)