Selasa, 12 Okt 2021 23:09 WIB

7 Tips Jaga Kesehatan Mental dan Imun di Masa Pandemi

Inkana Putri - detikHealth
Relaxed serene pretty young woman feel fatigue lounge on comfortable sofa hands behind head rest at home, happy calm lady dream enjoy wellbeing breathing fresh air in cozy home modern living room Foto: iStock
Jakarta -

Hari Kesehatan Mental Sedunia pada 10 Oktober menjadi momen tepat untuk memahami pentingnya menjaga kesehatan mental. Terlebih di tengah pandemi, kesehatan mental menjadi satu hal yang ikut terdampak di samping kesehatan fisik.

Padahal, menjaga kesehatan mental agar tetap sehat sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Pendiri Aplikasi KALBU (platform online untuk kesehatan mental masyarakat) Iman Hanggautomo mengatakan kesehatan mental dan kesehatan fisik menjadi dua hal yang saling menunjang satu dengan lainnya.

"Kalau kesehatan mental terganggu bisa menyebabkan masalah pada hipertensi atau jantung. Begitu juga sebaliknya. Maka dua hal ini harus berjalan beriringan," kata Iman dikutip dari situs resmi covid19.go.id, Selasa (12/10/2021).

Lebih lanjut ia menjelaskan tidak ada keseimbangan antara mental dan fisik pun berpotensi menimbulkan masalah pencernaan seperti maag dan gangguan asam lambung.

"Kaitan antara kesehatan mental dengan imun itu sangat kuat. Kesehatan mental itu tentang kesejahteraan emosional dan nyaman pada diri kita sendiri. Maka apabila ini baik maka otomatis imun tubuh juga akan baik," katanya.

Mengingat keduanya penting untuk menunjang kesehatan tubuh, Iman menjelaskan 7 kiat menjaga kesehatan mental dan imun di masa pandemi. Pertama dengan rutin berolahraga. Menurutnya, melakukan olahraga teratur akan memberikan dampak yang baik bagi tubuh dan pikiran.

Kedua, Imam mengatakan pentingnya untuk memiliki orang yang dapat dipercaya. Hal ini bertujuan sebagai teman bercerita atau berkeluh kesah saat mengalami masalah.

"Jika tidak memiliki orang yang dianggap dapat dipercaya untuk mencurahkan isi hati dapat menggunakan bantuan profesional seperti psikolog," ungkapnya.

Ketiga, mengurangi keluhan dengan cara bersyukur juga jadi hal yang perlu lakukan. Ia menyebut meski dalam kondisi pandemi COVID-19, ada baiknya untuk tetap bersyukur karena masih diberikan kesempatan menjalani kehidupan.

"Semakin banyak mengeluh maka akan semakin depresi," kata Iman.

Selanjutnya, bagi yang telah berumah tangga, pastikan untuk memiliki komunikasi yang baik dengan keluarga. Mengingat komunikasi menjadi kunci keberlangsungan pernikahan. Dalam hal ini, baik suami maupun istri harus saling terbuka menyampaikan keinginannya.

Apalagi adanya sistem kerja Work From Home (WFH), hampir seluruh kegiatan selama 24 jam penuh dilakukan di rumah sehingga memungkinkan muncul keributan akibat komunikasi yang tidak sesuai.

"Misal si suami maunya dilayani, sedangkan istri maunya dipuji, mau suaminya bangun pagi. Tapi kalau hal ini tidak saling dikomunikasikan sama-sama tidak tahu, maka jadi sering bertengkar," ucapnya.

"Anak juga diajak diskusi maunya apa. Diajak ngobrol sehingga semua dapat berjalan dengan baik," imbuh Iman.

Kelima, usai beraktivitas, luangkanlah waktu untuk istirahat. Adanya sistem kerja WFH tidak memungkiri jam kerja menjadi tidak teratur, bahkan hingga malam. Adapun hal ini dikatakan Imam dapat disiasati dengan membuat jadwal yang tepat agar waktu istirahat teratur dan tetap dapat melakukan kegiatan lainnya bersama keluarga.

"Buat jadwal, misal bangun pagi olahraga lalu masak dan sarapan bersama istri. Lalu kerja hingga sore. Setelah itu, malam main sama anak, kemudian tidur yang cukup," kata Iman.

Dan yang paling terpenting, selama pandemi pastikan untuk menjaga pola makan yang baik dan benar. Salah satunya dengan mengonsumsi buah dan sayur serta menghindari makanan cepat saji. Terakhir, konsumsi juga vitamin sesuai kebutuhan harian demi menjaga daya tahan tubuh.

"Bisa melengkapi asupan dan gizi dengan mengonsumsi vitamin sesuai kebutuhan masing-masing individu," pungkasnya.



Simak Video "Cara Mudah Jaga Kesehatan Mental di Masa Pandemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fhs/ega)