Rabu, 13 Okt 2021 05:45 WIB

5 Fakta No Bra Day, Sehari Tanpa Beha yang Selalu Jadi Kontroversi

Syifa Aulia - detikHealth
Topik Hangat No Bra Day 2021
Jakarta -

Tanggal 13 Oktober diperingati sebagai Hari Tanpa Bra atau No Bra Day setiap tahunnya. Momen ini dirayakan untuk mengedukasi tentang penyakit kanker payudara sekaligus menghormati pejuang kanker payudara.

Makna dari No Bra Day sendiri bukan untuk ajang memamerkan payudara. Oleh sebagian kalangan, momen ini dijadikan sarana untuk meningkatkan kesadaran perempuan mengenai bahaya kanker payudara dengan tidak memakai bra selama satu hari itu.

Hal ini bukan berarti bra menjadi penyebab terjadinya kanker payudara. Sebab antara pemakaian bra dan penyakit tersebut tidak saling berhubungan. Dikutip dari berbagai sumber, ini fakta penting dari No Bra Day:

Berawal di AS

Sejarah No Bra Day memang lekat dengan bulan kanker payudara, yang memang diperingati pada bulan Oktober. Awalnya, No Bra Day dirayakan setiap tanggal 9 Juli sejak 2011 lalu dipindahkan menjadi tanggal 13 Oktober dalam rangkaian Bulan Kesadaran Kanker Payudara Nasional. Peringatan tersebut diperkirakan sudah ada sejak tahun 2011.

Awalnya bernama BRA Day

Hari Tanpa Bra atau No Bra Day awalnya bernama BRA Day dari singkatan Breast Reconstruction Awareness. Hal itu digagas oleh ahli bedah plastik di Kanada, dr Mitchell Brown pada Juli 2011. BRA Day dibuat untuk mendorong penyintas kanker payudara agar mempertimbangkan melakukan operasi rekonstruktif.

Ia menciptakan acara BRA Day di Women's College Hospital dan Toronto General Hospital. Selain itu, BRA Day juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap skrining kanker payudara, gejala yang dirasakan, dan mendorong untuk melakukan pemeriksaan rutin secara mandiri.

Bagaimana akhirnya gerakan No Bra Day menjadi kontroversi? Selengkapnya di halaman berikut.

Selanjutnya
Halaman
1 2
Topik Hangat No Bra Day 2021