Kamis, 14 Okt 2021 05:30 WIB

Benarkah ASI Bisa Obati Mata Bayi Belekan? Ini Kata Pakar Laktasi

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
Manual breast pump and bottle with breast milk on the background of mother holding in her hands and breastfeeding baby. Maternity and baby care. Ilustrasi ASI (Foto: iStock)
Jakarta -

Kondisi mata belekan pada bayi merupakan hal umum dialami bayi pada hari-hari pertama kelahirannya. Orang tua dulu meyakini bahwa Air Susu Ibu (ASI) bisa digunakan untuk mengatasi mata belekan pada bayi. Benarkah hal tersebut?

Secara umum ASI memang mengandung nutrisi yang optimal untuk bayi dan bisa memberi perlindungan kekebalan yang tidak didapatkan dari susu formula.
Dikutip dari laman Science of Mom, ada sejumlah penelitian yang memiliki relevansi dengan asumsi bahwa ASI bisa mengatasi mata bayi belekan. Kendati demikian, penelitian tersebut hanya berfokus pada infeksi mata atau saluran mata yang tersumbat pada bayi baru lahir.

Studi pertama yang dilakukan di India terhadap 51 bayi baru lahir diberikan tetes mata kolostrum selama 3 hari, sedangkan 72 bayi lainnya tidak menerima perawatan mata. Hasilnya, dari sekitar 35 persen bayi yang dikontrol sebanyak 6 persen bayi yang ditetesi kolostrum mengalami infeksi mata yang terlihat selama percobaan.

Dari hasil tersebut sekilas kolostrum terlihat seperti pencegah infeksi. Sayangnya, penelitian ini menemui banyak masalah sehingga datanya tidak bisa menjadi acuan. Selama 4 tahun penelitian, rumah sakit hanya memiliki tingkat konjungtivitis 5 persen terkait hal itu.

Sementara studi lainnya yang dilakukan di Spanyol, membandingkan tetes antibiotik dan ASI sebagai pengobatan untuk saluran air mata yang tersumbat pada bayi baru lahir. Hasilnya, saluran air mata yang tersumbat dibersihkan lebih cepat dengan ASI, daripada dengan antibiotik. Dari penelitian tersebut ASI tampaknya benar-benar aman.

Lantas, bagaimana pendapat pakar terkait manfaat ASI untuk mengatasi mata bayi belekan?

KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA



Simak Video "Fasilitas Masih Jadi Masalah di Tengah Naiknya Kesadaran Cuci Tangan"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)