Jumat, 15 Okt 2021 18:00 WIB

Warga +62! 'Latah' Subway Punya Dampak ke Psikis Juga Loh

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Antrean Subway Indonesia di Citos Foto: Khadijah Nur Azizah/detikHealth
Topik Hangat F.O.M.O Roti Isi
Jakarta -

Menjajal Subway di hari pertama dan rela antre berjam-jam bukan tidak mungkin menimbulkan FOMO (Fear of Missing Out) atau bahasa sehari-harinya, latah.

Sayangnya, FOMO sering menimbulkan perasaan cemas dan gelisah yang dihasilkan oleh pemikiran kompetitif bahwa orang lain mengalami lebih banyak kesenangan, kesuksesan, atau kepuasan dalam hidup daripada mereka.

Kecuali jika kekhawatiran mendasar yang mendorong keinginan untuk mengumpulkan pengalaman sebanyak mungkin secara kompulsif diidentifikasi dan ditangani, perilaku FOMO akan terus berlanjut dan mengurangi kualitas kehidupan seseorang dalam hubungan dan kehidupannya secara umum.

"Kalau self esteem-nya nggak ada, pastinya jadi ikut-ikutan orang lain karena dia sendiri nggak tahu dia sukanya apa, maunya apa. Takut kalau nggak kayak begitu (mengikuti yang orang lain lakukan), nggak sesuai sama yang orang lain lakukan, harapkan," beber Psikolog klinis & Co-Founder Ohana Space, Kantiana Taslim.

Selain meningkatnya perasaan tidak bahagia, ketakutan akan kehilangan atau FOMO dapat menyebabkan keterlibatan yang lebih besar dalam perilaku yang tidak sehat. Dikutip dari laman Psychology Today, studi di Computers and Human Behavior menemukan bahwa FOMO dikaitkan dengan gangguan mengemudi, yang dalam beberapa kasus bisa mematikan.

Ada pepatah mengatakan bahwa Anda tidak akan pernah bisa merasa cukup dari apa yang sebenarnya tidak Anda butuhkan. Mengumpulkan pengalaman dan dirasuki oleh perasaan stres dan ketegangan yang diperkuat oleh FOMO dapat menimbulkan kecemasan dalam jangka waktu lama.

Studi juga menunjukkan bahwa FOMO menyebabkan ketidakpuasan ekstrem dan memiliki efek merugikan pada kesehatan fisik dan mental seperti perubahan suasana hati, kesepian, perasaan rendah diri, berkurangnya harga diri, kecemasan sosial yang ekstrem, dan peningkatan tingkat negatif dan depresi.

Meskipun FOMO sangat berkorelasi dengan penggunaan media sosial, penting untuk diingat bahwa itu adalah perasaan yang sangat nyata dan umum di antara orang-orang dari segala usia. Setiap orang merasakan tingkat FOMO tertentu pada waktu yang berbeda dalam hidup mereka.



Simak Video "Mengenal Self Reward, Hadiah untuk Dirimu Sendiri"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)
Topik Hangat F.O.M.O Roti Isi