Minggu, 17 Okt 2021 15:19 WIB

Biar Filtrasinya Tetap Oke, Begini Tips Cuci Masker Kain Menurut Dokter Paru

Vidya Pinandhita - detikHealth
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menetapkan standar masker yang dapat digunakan oleh masyarakat selama pandemi virus Corona COVID-19. Ilustrasi masker kain. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Meski COVID-19 Indonesia dikabarkan membaik mengacu pada melambatnya penambahan kasus baru harian, masyarakat ditegaskan untuk tetap memakai masker. Bahkan, disarankan menggunakan dobel masker medis plus kain untuk proteksi optimal, terlebih dari varian Delta.

Namun Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), FISR, FAPSR, menjelaskan efektivitas masker kain bisa menurun jika dicuci dan dipakai berulang. Sebab, jika dicuci khususnya dengan cara digosok, pori-pori pada masker kain dapat melebar sehingga fungsi filtrasi berkurang.

"Menurut riset, masker yang bisa dicuci ulang biasanya memang kalau dicuci akan menurunkan daya filtrasi karena pori-porinya biasanya lebih mengembang," terangnya dalam diskusi daring, Jumat (15/10/2021).

Lantas bagaimana cara mencuci masker kain yang baik agar fungsi filtrasinya tidak terganggu?

dr Agus mengingatkan masyarakat untuk mengganti masker kain yang sudah dipakai dan dicuci berulang kali. Namun untuk meminimalkan risiko penurunan filtrasi masker, ia menyarankan agar masker kain dicuci dengan cara dry wash dan tidak disikat.

"Kalau anda mau pakai model cuci, pakai yang dry wash dengan pengeringan itu tidak perlu disikat membuat pori-porinya terganggu. Itu yang menjadi perhatian," terang dr Agus.

"Kalau model masker bedah, KN95 itu nggak boleh dicuci ulang. Kalau dicuci ulang pasti rusak. Orang namanya disposable, sekali pakai dia harus segra diganti," terang dr Agus.



Simak Video "Seputar Varian 'Delta Plus' AY.4.2 yang Tengah Diinvestigasi Inggris"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)