Selasa, 19 Okt 2021 10:37 WIB

Kota Ini Diserang Wabah Leptospirosis, Menular Lewat Kencing Tikus

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Paris Mayor Anne Hidalgo said the city would buy new traps for the rats and surround some of the citys 30,000 rubbish bins with wooden or Plexiglass bases (AFP Photo/PHILIPPE LOPEZ) Kota ini diserang wabah penyakit leptospirosis. (Foto ilustrasi: AFP Photo/PHILIPPE LOPEZ)
Jakarta -

Kota New York, Amerika Serikat, tengah dilanda wabah penyakit leptospirosis di tengah maraknya pandemi COVID-19. Diketahui penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri yang ditemukan di dalam urine tikus.

Dikutip dari Daily Mail, akibatnya setidaknya ada 15 kasus penyakit leptospirosis. Tetapi, satu kasus di antaranya meninggal dunia.

Sejak 2006 hingga 2020, hanya ada 57 kasus penyakit leptospirosis ini di New York. Ini artinya, kasus yang terjadi di 2021 ini sudah menyumbang lebih dari 25 persen dari total selama satu setengah dekade.

Sebelumnya, Departemen Kesehatan New York sudah mengeluarkan peringatan terkait penyakit ini pada 22 September 2021 lalu. Peringatan itu mencatat bahwa penyakit leptospirosis ini telah terdeteksi di 4 dari 5 wilayah di New York. Sebanyak 13 dari 14 kasus yang dilaporkan pada saat itu dirawat inap.

Pejabat Kesehatan setempat mengidentifikasi satu kasus di antaranya adalah orang yang tertular penyakit selama bepergian. Tak hanya faktor hewan, suhu yang lebih hangat juga akan berpengaruh karena membuat bakteri yang menyebabkan virus tumbuh lebih umum di area tersebut.

"Bakteri bisa bertahan di lingkungan lembab yang hangat. Perubahan kondisi iklim yang memungkinkan bakteri bisa bertahan (kondisi iklim yang lebih hangat dan lembab), dapat berkontribusi pada peningkatan kasus pada manusia," kata departemen kesehatan.

Tentang leptospirosis

Penyakit ini menyebar dari hewan ke manusia. Kemungkinan manusia bisa tertular dari urine tikus yang terinfeksi. Seseorang bisa terinfeksi saat bersentuhan dengan urine hewan yang terinfeksi melalui makanan atau air.

Selain tikus, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS menyebutkan beberapa hewan lainnya yang juga bisa menularkan penyakit ini ke manusia yaitu sapi, babi, kuda, hingga anjing.

Gejala dari penyakit ini bisa muncul secara tiba-tiba dalam waktu dua hingga empat hari pasca seseorang terpapar bakteri tersebut. Ada beberapa gejala yang sering muncul, seperti demam, sakit kepala, kedinginan, sakit perut, dan diare.

Tak jarang beberapa orang yang terinfeksi leptospirosis ini mengalami penyakit kuning, yaitu kondisi di mana kulit dan mata seseorang menguning. Meski gejalanya akan hilang, tetapi dalam beberapa kasus akan kembali pada fase kedua yang lebih serius. Pasien bisa mengalami gagal ginjal atau hati, meningitis, bahkan kematian.



Simak Video "Perhatikan Gantungan Bajumu, Nyamuk Suka dengan Bau Manusia"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)