Selasa, 19 Okt 2021 12:48 WIB

e-Life

Kamu Stres di Level Berapa?

dtv - detikHealth
Jakarta -

Saat beban hidup yang dihadapi sudah melebihi kapasitas diri, seseorang bisa mengalami stres. Namun, kondisi tiap orang berbeda sehingga stres tersebut wujudnya bisa berbeda-beda pada tiap orang.

Dosen Psikologi Universitas Gadjah Mada, Galang Lufityanto, M. Psi., Ph. D., Psikolog menerangkan bahwa terdapat tiga tahap saat seseorang mengalami stres.

Tahapan pertama adalah ketika seseorang mulai merasakan tanda-tanda bahwa beban yang diberikan kepadanya sudah melebihi batas kemampuan.

"Contoh nih, misalkan kita mendapatkan tugas banyak banget kita udah batin 'Aduh, ini banyak banget,' itu udah sinyal, itu adalah pertama," terang Galang di acara e-Life detikcom.

Tahapan kedua adalah ketika seseorang tetap mencoba bertahan melalui kesulitan yang dialaminya.

"Kalau misalkan memang kapasitas kita meningkat, kemudian bebannya jadi terselesaikan, itu nggak akan jadi stres. Paling kita cuma ya spaneng saja, cuma jadi nggak bisa tidur tapi nggak sampai gangguan stres," lanjut Galang.

Namun, jika masalah yang dialami tidak segera menunjukkan tanda-tanda membaik, tubuh akan mulai kelelahan. Inilah tahap ketiga, ketika stres pikiran mulai mempengaruhi kesehatan tubuh.

"Nah ketika turun itu kemudian tahap ketiganya di mana tubuh sudah kelelahan. Kemudian, kalau udah kelelahan itu larinya ke mana-mana. Sakit perut, sakit kepala dan sebagainya," jelas Galang.

Stres juga dapat terjadi berkepanjangan dan berpotensi menyebabkan depresi. Pada tahapan ini, Galang menyarankan untuk segera berkonsultasi dengan tenaga ahli, seperti psikolog atau psikiater.

(gah/gah)