4 Fakta Transplantasi Ginjal Babi ke Manusia yang Gemparkan Dunia

ADVERTISEMENT

4 Fakta Transplantasi Ginjal Babi ke Manusia yang Gemparkan Dunia

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Kamis, 21 Okt 2021 06:30 WIB
close up of a pigs face on a truck, behind bars
Transplantasi ginjal babi ke manusia (Foto: Getty Images/iStockphoto/pidjoe)
Jakarta -

Terobosan terbaru di dunia medis, para ilmuwan sukses mentransplantasikan ginjal babi ke manusia. Ginjal cangkokan tersebut sudah diuji dan dinyatakan berfungsi dengan 'cukup normal'.

Eksperimen ini dilakukan para ilmuwan dari NYU Langone Health, menggunakan babi yang sudah dimodifikasi secara genetik agar tidak memicu penolakan dari sistem imun saat dicangkokkan.

Berikut rangkumannya:

1. Dinilai berhasil

Selama 3 hari, ginjal babi tersebut terhubung dengan pembuluh darah pasien dan dibiarkan tetap berada di luar tubuh agar para ilmuwan bisa mengaksesnya. Dr Robert Montgomery mengatakan ginjal cangkokan ini berfungsi dengan baik.

"Cukup normal," katanya.

Indikasi keberhasilan lainnya adalah ginjal tersebut bisa menghasilkan urine dalam jumlah sesuai yang diharapkan. Demikian juga kadar creatinin yang semula abnormal, menandakan kerusakan fungsi ginjal, sudah kembali normal.

2. Modifikasi genetik

Para ilmuwan sejak lama meneliti kemungkinan menggunakan organ tubuh hewan untuk transplantasi. Namun tantangannya, selalu terjadi penolakan.

Dr Montgomery berteori bahwa mengeluarkan gen untuk karbohidrat yang memicu penolakan, yakni sebuah molekul gula yang disebut alpha-gal, bisa mengatasi hal tersebut. Maka dibuatlah babi dengan modifikasi genetik yang disebut GalSafe.



Simak Video "Sentilan WHO Terkait Kasus Kontaminasi Obat Sirup untuk Anak"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT