Jumat, 22 Okt 2021 14:00 WIB

Corona Masih Tinggi, Layanan Pemakaman Singapura Naik 2x Lipat di Oktober

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Singapura melaporkan kasus gejala berat dan angka pasien Corona rawat inap meningkat beberapa hari terakhir. Ratusan orang terinfeksi dari klaster perkantoran hingga asrama. Corona di Singapura. (Foto ilustrasi: Getty Images)
Jakarta -

Petugas pemakaman di Singapura bersiap untuk menyiapkan lebih banyak layanan kasus kematian COVID-19. Per Rabu (20/10/2021) angka kematian akibat komplikasi COVID-19 mencetak rekor tertinggi yaitu 18 kasus.

Sementara per kemarin Kamis (21/10/2021), ada 16 orang yang meninggal dunia karena COVID-19, sehingga totalnya mencapai 280 kasus. Pihak manajer Singapore Casket Calvin Tang menyebut mereka telah melayani 20 pemakaman COVID-19 pada bulan Oktober, dua kali lipat dari jumlah keseluruhan bulan lalu.

Tang menegaskan, ia tengah mencoba memastikan perusahaan memiliki tenaga kerja yang cukup untuk menangani peningkatan jumlah layanan dan terpaksa membuat beberapa pekerja tetap bekerja di hari libur.

"Kami juga menangani pemakaman lainnya, bukan hanya untuk COVID-19, dan semua keluarga perlu dirawat dengan baik," katanya.

"Dengan jumlah kasus yang semakin banyak, kita harus merencanakan dengan sangat hati-hati."

Mr Ang Ziqian, Direktur Pelaksana Pemakaman Ang Chin Moh, mengatakan telah menimbun 'berbulan-bulan' persediaan termasuk alat pelindung diri, belajar dari epidemi sindrom pernapasan akut (SARS) tahun 2003.

"Bahkan sebelum Singapura mencatat kematian pertamanya akibat COVID-19 tahun lalu, perusahaan tersebut mengatakan kepada karyawan bahwa mereka harus bersiap untuk menangani kematian, kata Ang.

Mr Jeffrey Lee dari Simplicity Casket, anak perusahaan Singapore Casket, mengatakan perusahaan mulai menerima lebih banyak permintaan sejak akhir September, termasuk beberapa permintaan khusus.

"Misalnya, beberapa keluarga mengizinkan pengurus pemakaman untuk menangani pemakaman, mulai dari pengambilan jenazah hingga kremasi tanpa kehadiran mereka karena alasan kesehatan dan keselamatan," katanya.

Tenaga kerja juga diketahui ketat melaksanakan protokol, perusahaan menghindari menugaskan karyawan untuk tugas kedua setelah menyelesaikan pemakaman COVID-19.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Daftar Negara yang Larang Masuk Penerbangan dari Afrika"
[Gambas:Video 20detik]