Sabtu, 23 Okt 2021 10:35 WIB

Kisah Para Atlet Wanita Afghanistan, Terpaksa Kabur Agar Tak 'Dipenggal' Taliban

Syifa Aulia - detikHealth
Sejumlah wanita di Afghanistan melakukan aksi unjuk rasa mengkritik Taliban. Dalam aksi itu salah satu aspirasi yang disuarakan adalah terkait hak-hak perempuan Wanita di Afghanistan demo tuntut Taliban. (Foto: AP Photo/Ahmad Halabisaz)
Jakarta -

Atlet voli wanita di Afghanistan dikabarkan meninggal setelah dipenggal Taliban. Pihak Taliban disebut mengekspos foto-foto kepalanya di media sosial.

Atlet voli itu diketahui bernama Mahjabin Hakimi, atlet berprestasi dari Klub Bola Voli Kota Kabul. Kabar ini diungkapkan oleh pelatihnya dalam sebuah wawancara dengan The Persia Independent.

Suraya Afzali sebagai pelatihnya mengatakan kematian Mahjabin terjadi pada awal Oktober. Namun, baru dilaporkan sekarang karena keluarga korban mendapatkan ancaman dari Taliban.

Dikutip dari Mirror, Sabtu (23/10/2021), Taliban tidak mengizinkan perempuan untuk menjadi atlet di bawah kekuasaannya. Perempuan yang melanggar aturan itu akan mendapat hukuman.

Suraya mengatakan Mahjabin ditangkap karena gagal melarikan diri dari Afghanistan. Di sisi lain, ada laporan di media sosial yang mengatakan Mahjabin telah dibunuh secara misterius seminggu sebelum Taliban berkuasa.

"Semua pemain tim bola voli dan atlet wanita lainnya berada dalam situasi yang buruk. Mereka putus asa dan hidup dalam ketakutan. Semua orang terpaksa melarikan diri dan tinggal di tempat yang rahasia," kata Suraya.

Tinggalkan Afghanistan demi masa depan

Setelah Taliban berkuasa, banyak masyarakat Afghanistan yang kabur ke negera lain demi hidup yang layak. Faridah dari tim nasional basket wanita Afghanistan merupakan salah satu atlet yang memutuskan untuk pergi ke negara lain demi mencapai cita-citanya.

"Di Afghanistan, kami memiliki banyak tantangan bagi perempuan, khususnya di bidang olahraga, karena orang-orang mengatakan perempuan tidak bisa bermain," kata Faridah kepada koresponden asing FOX News, Trey Yingst, Sabtu (23/10/2021).

Pada 20 Oktober 2021, Faridah dan atlet Afghanistan yang lain berangkat dari Kabul ke Doha, Qatar. Perpindahan itu difasilitasi oleh pemerintah Qatar dan lembaga sepak bola FIFA.

Pemerintah Qatar mengatakan ada 369 penumpang dalam penerbangan itu, termasuk 55 orang berdasarkan koordinasi dengan FIFA. Itu adalah pesawat ke-11 yang mendarat di Doha dari Kabul.



Simak Video "Rencana WHO Kirim Pasokan Obat ke Afghanistan "
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)