Sabtu, 23 Okt 2021 13:05 WIB

Tak Hanya Ginjal, Organ Babi Ini Juga Pernah Didonorkan ke Manusia

Syifa Aulia - detikHealth
Jakarta -

Ahli bedah di New York, Amerika Serikat berhasil melakukan transplantasi ginjal babi ke manusia. Orang yang menjadi ekspremen dr Robert Montgomery dan timnya adalah pasien mati otak dengan gejala disfungsi ginjal.

dr Robert melakukan eksperimen itu di New York University Langone Health. Hasil transplantasi cukup memuaskan, ginjal dapat bekerja menghasilkan urine dalam jumlah normal dan memulihkan kembali kadar creatinin yang sebelumnya tidak normal.

Dikutip dari The New York Times, profesor bedah transplantasi di Johns Hopkins School of Medicine dr Dorry Segev mengakui keberhasilan itu dapat menjadi terobosan besar.

Organ babi lain seperti jantung, paru-paru, dan hati dapat memberikan harapan kepada lebih dari 100 ribu orang Amerika yang saat ini berada dalam daftar tunggu transplantasi.

Diketahui, dr Robert juga mentransplantasikan kelenjar timus yang berperan sebagai sistem kekebalan. Tujuannya untuk mencegah reaksi kekebalan terhadap ginjal.

Babi disebut memiliki keunggulan daripada primata untuk pengadaan organ transplantasi. Babi lebih mudah dibesarkan dan tumbuh lebih cepat mencapai ukuran manusia dewasa dalam enam bulan. Sebelum ginjal, berikut organ babi yang pernah transplantasi ke manusia:

1. Katup jantung

Dikutip dari platform jurnal Frontiers, Tak hanya ginjal, katup jantung babi juga pernah ditransplantasikan ke manusia pada 3 Desember 1967 oleh dr Christian Barnard di Cape Town, Afrika Selatan. Dia berhasil mentransplantasi ke jantung anak laki-laki Trevor Veegn berusia 6 tahun.

2. Sel pankreas

Dikutip dari Medicinet, perusahaan Living Cell Technologies of New Zealand melakukan uji coba transplantasi sel pankreas babi ke manusia. Penelitian ini melibatkan delapan pasien diabetes tipe 1.

Empat pasien menjalani tiga prosedur transplantasi, dua pasien menjalani dua operasi transplantasi, dan dua pasien lainnya hanya menjalani satu operasi transplantasi.

Selama dua tahun pengawasan, tidak ada efek samping serius yang dilaporkan. Dua pasien mengatakan mengalami rasa tidak nyaman pada perutnya selama lima hari setelah operasi. Tidak ada yang mengalami reaksi sistem kekebalan tubuh.

Perubahan lain yang terjadi adalah dua orang telah berhenti menyuntik insulin selama 4 minggu, pasien lainnya selama 32 minggu. Setelah 18 bulan pasca transplantasi, kadar gula darah semua pasien semakin membaik.

3. Kulit babi

Kulit babi juga telah digunakan sebagai cangkok sementara untuk pasien luka bakar. Dikutip dari News Medical Life Sciences, spesialis luka bakar di Rumah Sakit Massachusetts mengumumkan keberhasilannya transplantasi kulit babi untuk penutupan sementara pada luka bakar.

(kna/kna)