Minggu, 24 Okt 2021 08:25 WIB

Sex-clusive Interview

Sisi Lain dr Boyke, Didikan Keluarga Tentara yang Pilih Jadi Pakar Seks

Vidya Pinandhita - detikHealth
Jakarta -

Kerap muncul di layar kaca, sosok dr Boyke cukup dikenal sebagai pakar seks kenamaan. Pembawaannya yang riang sukses memboyongnya bersanding dengan banyak selebritis sembari memberikan edukasi seks dengan kemasan ringan dan penuh canda. Siapa sangka, pemilik nama lengkap dr Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS ini rupanya lahir dan dibesarkan dalam keluarga tentara?

dr Boyke lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 14 Desember 1956, kini menginjak usia 64 tahun. Ia adalah anak pertama dari lima bersaudara. Ayahnya adalah seorang tentara yang pada masanya menempuh pendidikan di Belanda, sementara ibunya adalah guru bahasa Inggris.

"Saya lahir dari keluarga tentara. Ayah saya itu lulusan Breda. Breda itu seperti sekarang Tentara Nasional Indonesia (TNI). Jadi dulu itu pendidikannya masih di Belanda. Beliau membawa sifat disiplinnya karena lulusan Breda kepada saya cukup keras," tutur dr Boyke dalam perbincangan dengan detikcom di Jakarta, Selasa (19/10/2021).

Meski keluarganya kental dengan pendidikan disiplin, dr Boyke mengisahkan, keluarganya amat mengedepankan toleransi. Termasuk, soal memilih cita-cita, karier, hingga pasangan hidup.

"Jadi kami berlima anak-anaknya itu disiplin untuk harus belajar, harus bisa mencapai cita-citanya sesuai keinginan masing-masing. Dari dulu orangtua saya membebaskan saya menjadi apa pun, adik-adik saya menjadi apa pun yang penting hidup saya bahagia. Itu saja tujuan daripada orangtua saya," terang dr Boyke.

dr Boyke Dian Nugrahadr Boyke Dian Nugraha Foto: Vidya Pinandhita/detikHealth

Sejak kecil, ia dikenal sebagai anak dengan kemauan yang keras. Di antaranya, yakni untuk menjadi seorang dokter. Rupanya, mimpinya menjadi dokter adalah gara-gara gemar menonton seri televisi 'Doctor Kildare'.

"Tahun 1963-1964 itu saya masih ingat. Saya paling suka Doctor Kildare. Kenapa? Sosok itu menggambarkan seorang dokter yang baik hati dan dia itu bisa menghibur, mendengarkan semua pasiennya dari anak-anak sampai orang tua," ujarnya.

"Bisa bernyanyi, bermain gitar, melawak, stand up comedy. Kalau sekarang mungkin stand up comedy. Saya lihat, sudah orangnya menyenangkan, saya punya cita-cita kalau jadi dokter ingin seperti itu," sambung dr Boyke.

Motivasi jadi dokter

Ketika berusia tujuh tahun, ibunda dari dr Boyke mengalami keguguran. Saat itu, ibunya ditemukan sudah bersimbah darah di ranjang dan tak sadarkan diri.

Ayahnya tengah bertugas di medan perang. Di rumahnya yang berlokasi di kompleks ABRI, hanya ada dr Boyke bersama pembantu dan dua adik. Mau tak mau, dr Boyke 'kecil' berlari menggedor-gedor rumah tetangga dan minta tolong diantar ke rumah sakit.

"Ketika keguguran, ranjang itu sudah merah darah, kemudian ibu sudah pingsan, pembantu-pembantu teriak-teriak. Saya di situ di kompleks. Nah itu bagusnya kompleks ABRI. Saya teriak di kompleks Abri, saya gedor-gedor rumah yang punya mobil. Akhirnya ibu saya dibawa ke rumah sakit. Saya masih ingat rumah sakitnya Borromeus waktu itu," kata dr Boyke.

Selanjutnya
Halaman
1 2