Minggu, 24 Okt 2021 18:16 WIB

Lagi Viral Gara-gara Kasus Kim Seon Ho, Ini Kata Psikolog Soal Aborsi

Akbar Malik - detikHealth
Jakarta -

Bintang K-pop Kim Seon Ho mengakui bahwa dirinya memaksa sang mantan pacar untuk melakukan aborsi. Para penggemar dan publik sontak kaget dengan pengakuan dari artis Korea itu. Terlepas dari kejadian tersebut, mengapa seseorang nekad melakukan atau memaksakan aborsi alias menggugurkan kandungan?

Psikolog dari Universitas Indonesia (UI) Dian Wisnuwardhani mengurai kemungkinan mengapa seseorang memutuskan aborsi. "Dalam melihat fenomena yang sedang santer, kita harus melihat, bahwa ada hal-hal yang menjadi penyebab aborsi," jelas Dian dalam diskusi e-Life detikcom, Jumat, (22/10/2021).

Pertama-tama, Dian memaparkan bahwa aborsi terbagi menjadi dua, aborsi spontan dan aborsi buatan. Aborsi spontan ia maksudkan ketika kegiatan aborsi itu terjadi di luar kendali sang ibu alias keguguran. Sedangkan aborsi buatan berarti disengaja, apapun alasannya.

Dian menjelaskan, alasan seseorang atau pasangan memilih aborsi buatan setidaknya ada tiga. "Ada ketidaksiapan secara mental, ketidaksiapan secara ekonomi, dan bisa juga karena kurangnya pendidikan," jelas Dian.

Meski begitu, terdapat aborsi buatan yang memang dilakukan karena ada indikasi medis atau psikologis. "Mereka kan datang dulu ketemu dengan dokter atau psikolog untuk melakukan konseling. Kalau kehamilan itu membahayakan nyawa ibunya, itu bisa aborsi buatan," jelas Dian.

Dian melanjutkan, apabila kehamilan tersebut menjadikan beban psikologis yang berat bagi sang ibu, misal akan mewariskan penyakit bagi anaknya, itu pun bisa diambil tindakan aborsi buatan. Dalam kondisi tertentu, dan tentunya dengan skrining ketat, aturan yang berlaku memberikan pilihan bagi korban perkosaan untuk aborsi buatan.

Namun yang pasti, memaksa orang lain untuk aborsi seperti dituduhkan kepada Kim Seon Ho tidak bisa dibenarkan.

(up/up)