Rabu, 27 Okt 2021 08:55 WIB

e-Life

Saat Keluarga Memintaku Melakukan Aborsi

dtv - detikHealth
Jakarta -

Beban perempuan saat terjadi kehamilan tidak direncanakan bisa semakin berat saat muncul tekanan untuk menggugurkan kandungannya. Tekanan untuk aborsi bisa muncul dari pasangan, hingga dari pihak keluarga.

Menurut Dosen Psikologi Universitas Indonesia, Dian Wisnuwardhani, M. Psi., Psikolog, hal ini sangat dipengaruhi oleh budaya berkelompok yang kental di Indonesia.

"Di Indonesia, kalau kita berkeluarga maka kita juga berkeluarga dengan keluarga dari pasangan kita, jadi artinya keputusan pasangan kita sebagai suami atau istri kita juga mendengarkan keputusan dari keluarga besar karena kita hidup di dunia yang punya budaya kerumunan, budaya kelompok bersamaan itu menjadi hal yang utama," jelas Dian di acara e-Life detikcom.

Hal ini menyebabkan campur tangan keluarga besar jadi sangat signifikan dalam pengambilan keputusan berpasangan.

"Di budaya Indonesia itu bisa saja campur tangan dari keluarga besar itu bahkan melebihi otoritas dari pasangan itu sendiri. Jadi otoritas dari keluarga besar itu jauh lebih penting, bisa mengancam hubungan yang terjalin antara dirinya dengan pasangannya," lanjut Dian.

Apabila tekanan aborsi datang dari keluarga besar, Dian menyarankan untuk memikirkannya lagi dan pertimbangkan konsultasi dengan tenaga ahli.

"Coba dipikirkan dulu sebelum melakukan aborsi efek sampingnya apa, cobalah melakukan konseling kepada psikolog, dan juga dokter kandungan ya konseling juga. Bagaimana dengan kesiapan mental gitu ya dari yang melakukan operasi untuk aborsi itu kan juga menjadi trauma di masa depan nantinya," terangnya.

Perkara mengomunikasikan dengan keluarga, Dian menyarankan untuk coba mendiskusikannya dengan keluarga jika memungkinkan.

"Jadi hal-hal seperti itu diskusikan gitu ya diperbincangkan dalam arti sampai mendapatkan solusi yang bisa bukan menguntungkan tetapi tidak merugikan. Kalaupun merugikan, merugikan dengan cara minim saja sehingga kesehatan mental dari kedua pasangan itu terjaga gitu ya," jelasnya.

(gah/gah)