Rabu, 27 Okt 2021 22:44 WIB

Benarkah Tidur dengan Mulut Diselotip Bikin Lebih Nyenyak? Ini Kata Dokter

Syifa Aulia - detikHealth
woman with mouth sealed in adhesive tape. Free of speech, freedom of press, Human rights, Protest dictatorship, democracy, liberty, equality and fraternity concepts Ilustrasi tidur dengan plester di mulut (Foto: Getty Images/iStockphoto/Panuwat Dangsungnoen)
Jakarta -

Kualitas tidur yang baik dapat ditandai dengan tidur dan bangun pada jam yang sama setiap harinya. Selain itu, juga memiliki waktu tidur selama 7 hingga 8 jam pada orang dewasa.

Sempat beredar informasi bahwa menutup mulut dengan selotip saat tidur dapat meningkatkan kualitas tidur. Namun, apakah cara tersebut aman dilakukan secara medis?

Dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) dari RS Pondok Indah Jakarta, dr Fauziah Fardizza, SpTHT-KL(K), FICS, mengatakan manusia bernapas melalui hidung berlanjut ke nasofaring, pita suara, hingga ke paru-paru. Ketika jalan napas terganggu, otak akan mengirim sinyal ke tubuh untuk bernapas atau bangun dari tidur.

Saat kesulitan bernapas melalui hidung, orang biasanya akan bernapas melalui mulut. Jika mulut tersebut ditutup dengan selotip, menurut dr Fauziah, hal itu justru akan menganggu aktivitas bernapas.

"Jadi pada anak-anak jika dia napas melalui mulutnya yang terbuka terus kita tutup dia akan susah bernapas. Dia akan terbangun-bangun," jelasnya dalam diskusi daring, Rabu (27/10/2021).

Ia mengatakan menutup mulut yang terbuka saat tidur dengan selotip tidak berpengaruh dalam meningkatkan kualitas tidur. Namun, kualitas tidur akan semakin buruk karena kesulitan bernapas.



Simak Video "2.000 Tempat Tidur Tambahan Disiapkan untuk Pasien COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)