Jumat, 29 Okt 2021 12:05 WIB

Muncul Petisi Tolak Tes PCR Jadi Syarat Naik Pesawat, Begini Tanggapan Satgas

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Sejumlah bandara menyediakan fasilitas rapid test antigen dan PCR. Di Bandara Soekarno Hatta, antrean warga yang akan rapid tes antigen mengular panjang. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Belum lama, muncul sebuah petisi yang berisi penolakan tes PCR sebagai salah satu syarat naik pesawat. Petisi tersebut diunggah pada laman Change.org yang telah ditandatangani sebanyak 49.373 orang.

Dalam petisi itu menyebut kewajiban tes PCR sebelum naik pesawat adalah peraturan yang aneh. Selain sirkulasi di pesawat disebut lebih aman, tes antigen dianggap sudah cukup akurat terlebih untuk mereka yang telah divaksin COVID-19 dua kali.

Petisi soal penolakan tes PCR ini pun ditanggapi oleh juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito. Ia mengatakan pemerintah akan mendengarkan kritik dan saran dari masyarakat terkait kebijakan tes PCR ini.

"Masyarakat Indonesia yang terhormat, Kami sebagai Pemerintah Indonesia terus mendengar masukan dari masyarakat, termasuk lewat petisi online yang telah teman-teman tandatangani berikut," tulis Wiku pada laman Change.org pada 28 Oktober 2021.

"Berkaitan dengan dengan kebijakan penggunaan tes PCR sebagai syarat untuk perjalanan, kami masih akan terus memantau implementasi kebijakan ini di lapangan, sambil terus melihat dan mendengarkan kritik dan saran yang diberikan oleh masyarakat," lanjutnya.

Menurut Wiku, kebijakan yang dikeluarkan di masa pandemi COVID-19 selalu bersifat dinamis. Selain itu, disesuaikan dengan dinamika kasus, kesiapan laboratorium pendukung, dan kesiapan operator jasa transportasi.

"Sekali lagi, kami ucapkan terima kasih atas suara yang disampaikan oleh masyarakat Indonesia," tutupnya.



Simak Video "Hasil Tes PCR Pembanding Berbeda, Mana yang Diakui?"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)