Jumat, 29 Okt 2021 13:33 WIB

Healthclusive

Terpukul Berat oleh Hoax Meninggal, Ini yang Dicemaskan Roy Kiyoshi

Vidya Pinandhita - detikHealth
Roy Kiyoshi nge-gym, ingin punya body yang fit sebagai public figure Roy Kiyoshi mengaku sempat terimbas secara psikis oleh berita hoax dirinya meninggal dunia. Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Sempat beredar kabar hoax selebritis Roy Kiyoshi meninggal dunia. Dalam berita beredar, nampak dirinya tengah berbaring di ranjang rumah sakit. Gara-gara insiden itu, Roy Kiyoshi mengaku sempat terdampak secara psikis. Ia uring-uringan sampai sulit tidur saat malam hari.

Pada 5 Oktober 2021, Roy bangun pagi dan langsung mendapati banyak unggahan di media sosial, menyebut dirinya meninggal dunia. Ia juga menerima pesan dari banyak orang terdekat, khawatir dirinya kenapa-kenapa.

Roy meluruskan, foto yang beredar dalam berita tersebut adalah dirinya ketika menjalani perawatan di rumah sakit akibat pneumonia April lalu. Ia memang sudah beberapa kali terkena pneumonia. Namun, baru kali itu kabar sakitnya tersebar di dunia maya.

"Aku diberitain meninggal dunia itu agak sedih sedih. Maksudnya, kenapa sih orang bikin konten di YouTube, TikTok, itu kan bisa dapat duit ya. Cuma kenapa sih pakai ngeberitain orang meninggal," katanya dalam bincang eksklusif dengan detikcom, Rabu (27/10/2021).

Roy Kiyoshi mengaku sempat terdampakl secara psikis gara-gara berita hoax meninggal dunia.Roy Kiyoshi mengaku sempat terdampakl secara psikis gara-gara berita hoax meninggal dunia. Foto: Rengga Sancaya

"Aku nggak mengalami kerugian materi, nggak. Tapi aku mengalami kerugian secara mental dan secara psikologi. Keluarga aku semua pada 'dedek kenapa? Dedek, are you okay?' Semua pada whatsapp aku," lanjutnya.

Menurutnya, imbas paling berat dari berita hoax tersebut adalah rasa khawatir yang harus dialami keluarga dan orang-orang terdekatnya.

Ia mengaku, meski tak sampai hilang semangat untuk beraktivitas, berita miring tersebut membuatnya uring-uringan sempat sulit tidur saat malam hari. Ia memutuskan untuk berobat ke psikiater. Hingga kini, ia rutin berkonsultasi dua minggu sekali.

"Konsultasi dengan psikiater adalah hal pertama yang aku lakuin. Itu dia aku bilang kerugian materi nggak ada tapi kerugian secara mental dan psikis itu tergantung. Aku nggak bisa tidur mikirin itu. Akhirnya aku ngobrol sama psikiater, mereka kasih obat," kata sosok yang dikenal indigo tersebut.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Target Kesehatan Mental di Indonesia: ODGJ Berat Dapatkan Pelayanan "
[Gambas:Video 20detik]