Sabtu, 30 Okt 2021 08:27 WIB

Tren Baru, Ortu di China Pasang Cetakan Kepala pada Anaknya demi Kesempurnaan

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi nama bayi Ilustrasi bayi. (Foto: iStockphoto)
Jakarta -

Percaya bahwa kepala bundar akan terlihat lebih indah, para orang tua di China menggunakan media sosial, seperti forum Xiaohongshu, untuk membahas peralatan "ajaib" yang bisa membantu "memperbaiki bentuk kepala bayi".

Bayi memiliki tulang yang lunak, dan kepalanya akan berubah bentuk di awal kelahirannya. Tren baru ini membuat orang tua mencoba mengambil keuntungan dan membuat kepala anak mereka lebih bulat.

Dilaporkan SCMP, seorang ibu menulis postingan Xiaohongshu uang berjudul "Saya membawa bayi saya ke koreksi bentuk kepala, terlepas dari protes keluarga saya". Dalam cerita itu, dia merinci prosedur yang dia jalani untuk bayinya.

Pada bulan September, dia menulis bahwa, karena bayinya suka tidur telentang, kepalanya tampak "datar dan terentang". Sang ibu mencoba membuat bayinya tidur miring, tetapi itu tidak efektif.

Ketika bayinya berusia tujuh bulan, sang ibu membawanya ke klinik setempat untuk mendapatkan "peralatan koreksi kepala" yang dibuat khusus.

Karyawan klinik kemudian membungkus kepala bayi dengan lapisan plester untuk mengukurnya dan kemudian membuat cetakan agar sesuai dengan kepala bayi. Cetakannya dapat dihilangkan, tetapi dirancang untuk tetap berada di tubuh bayi untuk waktu yang lama sepanjang hari untuk "membimbing" pertumbuhan kepala.

"Saya memiliki kepala yang datar, dan saya tahu betapa menyakitkannya bagi wanita yang mengejar kecantikan. Saya tidak ingin anak saya tumbuh dewasa dan menyesali bagian dirinya yang ini," tulisnya, saat ditanyai alasan mengapa ia melakukan itu pada sang anak.

Keinginan untuk kepala bulat adalah bentuk perubahan mode di China. Beberapa dekade yang lalu, orang percaya kepala datar dan dahi besar adalah tanda keberuntungan.

Beberapa orang tua bahkan menyuruh anak-anaknya tidur di atas buku atau papan kayu untuk meratakan bagian belakang kepala mereka.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Biang Kerok Kasus Covid-19 di China Naik Lagi hingga Lockdown!"
[Gambas:Video 20detik]