Minggu, 31 Okt 2021 14:01 WIB

Imbas Ledakan Kasus, Sinovac Masuk Program Vaksinasi Nasional Singapura

Ayunda Septiani - detikHealth
Kasus harian COVID-19 di Singapura terus cetak rekor baru. Pada Rabu (29/9) kemarin kasus harian COVID-19 Singapura bahkan melampaui kasus harian di Indonesia. Singapura akhirnya pakai vaksin Sinovac untuk vaksinasi nasional. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Pemerintah Singapura memutuskan memulai suntikan Sinovac untuk program vaksinasi nasional. Beberapa klinik juga akan menyediakan vaksin Sinovac dengan manula diizinkan datang langsung tanpa membuat janji terlebih dahulu.

Pekan lalu, gugus tugas multi kementerian COVID-19 mengumumkan bahwa vaksin Sinovac akan dimasukkan dalam Program Vaksinasi Nasional.

Orang yang belum divaksinasi sama sekali dapat mendaftarkan diri mereka mulai Sabtu (30/10/2021). Mereka yang belum pernah divaksin karena alasan medis disarankan memakai Sinovac.

"Mereka yang tidak dapat mengambil vaksin mRNA dengan alasan medis didorong untuk divaksinasi dengan Sinovac, CoronaVac," kata Depkes Singapura dikutip dari CNA.


Singapura mempercepat booster

Depkes juga mengumumkan mulai Senin (1/11/2021), orang berusia 30 tahun ke atas akan dapat mengunjungi salah satu dari sembilan pusat vaksinasi Moderna untuk mendapatkan dosis booster mereka.

Mereka yang masuk kategori tersebut adalah warga Singapura penduduk tetap dan pemegang izin jangka panjang berusia 30 tahun ke atas yang telah menyelesaikan dosis kedua enam bulan lalu.

Orang yang direkomendasikan untuk menerima booster tidak perlu menerima vaksin yang sama dengan yang mereka terima untuk dua dosis pertama. Artinya, mereka yang menerima vaksin Pfizer-BioNTech/Comirnaty dapat mengambil vaksin Moderna untuk dosis ketiga.

"Kami mendorong semua yang memenuhi syarat tetapi belum mengambil dosis booster untuk maju ke depan. Ini adalah perlindungan terbaik untuk Anda dan orang yang Anda cintai dalam perjalanan menuju hidup dengan COVID-19," kata Depkes.



Simak Video "Kata Satgas soal Vaksin Covid-19 Umat Islam Akan Diganti yang Halal"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/naf)