ADVERTISEMENT

Selasa, 02 Nov 2021 08:54 WIB

India Perdana Buka Sekolah Tatap Muka Pasca Tsunami COVID-19, Ini Kondisinya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Nyaris 2 tahun siswa di Gauhati, India, belajar dari rumah imbas pandemi Corona. Kini mereka dapat kembali belajar di sekolah dengan penerapan prokes ketat. Ilustrasi sekolah tatap muka kembali dibuka setelah India diterpa tsunami COVID-19. Foto: AP Photo/Anupam Nath
Jakarta -

Untuk pertama kalinya dalam 19 bulan terakhir, sekolah di ibu kota India, New Delhi, kembali menggelar sekolah tatap muka. Siswa mengaku senang bisa kembali bersekolah tatap muka dan bertemu teman-teman meski dengan protokol yang melarang para siswa saling berpelukan dan berjabat tangan.

"Kami senang bisa kembali ke sekolah. Reuni ini benar-benar berkah," kata Kainat Habeebi, seorang siswa berusia 14 tahun, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (2/11/2021).

Otoritas Manajemen Bencana Delhi (DDMA) pekan lalu mengumumkan bahwa sekolah akan dibuka kembali untuk semua kelas mulai 1 November dengan syarat tertentu. Di antaranya, kehadiran tidak lebih dari 50 persen dan tidak memaksa orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya.

Sekolah juga diminta memastikan bahwa para anggota staf telah menerima dosis vaksin COVID-19 secara lengkap.

Diketahui, seluruh sekolah di Delhi ditutup mulai Maret 2020 akibat wabah virus Corona. Sekolah sempat dibuka kembali untuk kelas-kelas lebih tinggi pada Januari 2021, kemudian ditutup lagi pada April 2021 lantaran India diterpa gelombang kedua pandemi COVID-19.

Setelah penutupan yang berkepanjangan, kelas untuk kelas atas dibuka kembali pada 1 September. Namun, tidak ada persetujuan resmi untuk membuka sekolah bagi anak-anak yang berusia lebih muda.

Susahnya sekolah online

Habeebi dan siswa lainnya mengaku tidak menyukai pembelajaran online dan lebih memilih kelas tatap muka meski harus menerapkan protokol COVID-19. Sebab, para siswa kesulitan berkonsentrasi di depan layar komputer atau ponsel selama berjam-jam, ditambah koneksi internet yang kerap tak memadai.

"Selama kelas fisik, semua siswa tetap sangat perhatian dan berkonsentrasi pada pelajaran mereka, tetapi tidak dengan kelas online," kata Habeebi.

Garima Sharma, guru matematika dan sains di sekolah pemerintah Delhi, mengaku mengajar selama pandemi adalah tugas yang berat.

"Anda tidak bisa mengajarkan matematika kepada siapa pun dengan berbicara. Anda harus menulis langkah demi langkah untuk membuat mereka mengerti," kata Sharma.

"Belajar online benar-benar sangat berantakan. Anda tidak akan pernah tahu apa yang siswa lakukan, mereka bahkan mungkin sedang tidur," sambungnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Laporan Satgas: Laju Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Merosot"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT