Selasa, 02 Nov 2021 11:39 WIB

SBY Didiagnosis Kanker Prostat, Apa Saja Faktor Penyebabnya?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jakarta -

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) segera menjalani medical check-up dan perawatan. SBY didiagnosis kanker prostat.

"Adalah benar Bapak SBY dalam waktu dekat akan melakukan medical check-up dan treatment di luar negeri. Sesuai dengan diagnosa dari Tim Dokter, Bapak SBY mengalami kanker prostat (prostate cancer)," kata Staf Pribadi SBY, Ossy Dermawan, dalam keterangannya, Selasa (2/11/2021).

"Berdasarkan hasil pemeriksaan baik melalui metode MRI, biopsi, Positron Emission Tomography (PET) Specific Membrane Antigen (SMA) Scan dan pemeriksaan yang lain, kanker prostat yang diderita oleh Bapak SBY masih berada dalam tahapan (stadium) awal," sambung dia.

Apa sih penyebab kanker prostat yang umumnya terjadi?

Dikutip dari Mayo Clinic, masih belum jelas apa yang menyebabkan kanker prostat. Namun, kanker prostat dimulai ketika sel-sel di prostat mengalami perubahan dalam DNA mereka.

DNA sel berisi instruksi yang memberi tahu sel apa yang harus dilakukan. Perubahan tersebut memberi tahu sel untuk tumbuh dan membelah lebih cepat daripada sel normal. Sel-sel abnormal terus hidup, ketika sel-sel lain akan mati.

Akumulasi sel-sel abnormal membentuk tumor yang dapat tumbuh menyerang jaringan di dekatnya. Pada waktu tertentu, beberapa sel abnormal dapat pecah dan menyebar atau bermetastasis ke bagian tubuh lainnya.

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker prostat meliputi:

Usia tua

Risiko terkena kanker prostat meningkat seiring bertambahnya usia. Ini paling umum terjadi setelah usia 50 tahun.

Riwayat keluarga

Jika kerabat, seperti orang tua, saudara kandung atau anak, didiagnosis mengidap kanker prostat, risiko terkena tentu meningkat. Sama seperti orang yang memiliki riwayat keluarga dengan gen dengan risiko kanker payudara (BRCA1 atau BRCA2) atau riwayat keluarga kanker payudara yang sangat kuat, risiko kanker prostat juga mungkin lebih tinggi.

Obesitas

Orang yang mengalami obesitas mungkin memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker prostat dibandingkan dengan orang yang dianggap memiliki berat badan yang sehat, meskipun penelitian memiliki hasil yang beragam. Pada orang gemuk, kanker lebih cenderung menjadi lebih agresif dan lebih mungkin untuk kembali setelah pengobatan awal.

(naf/up)