Rabu, 03 Nov 2021 05:30 WIB

6 Fakta Vaksin Sinovac untuk Anak 6-11 Tahun, Dosis dan Intervalnya

Astika - detikHealth
Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo meninjau pemberian vaksinasi COVID 19 di RPTRA Amir Hamzah, Jakarta, Rabu(29/9/21). Kegiatan bakti sosial dan mobil vaksin door to door untuk masyarakat umum dengan jenis vaksin sinovac, astrazeneca dan modena dengan penerapan protokol kesehatan untuk mempercepat target vaksinasi pemerintah guna menciptakan kekebalan kelompok. Vaksin Sinovac untuk anak (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru saja mengumumkan pemberian izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) untuk penggunaan vaksin Sinovac pada anak usia 6-11 tahun.

Menyusul izin dari BPOM, pengurus pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga telah mengeluarkan rekomendasi pemberian vaskin Sinovac untuk anak usia 6 tahun ke atas.

Berikut 6 fakta vaksin Sinovac untuk anak usia 6-11 tahun:

1. Vaksin pertama untuk anak usia 6-11 tahun

Dari 10 vaksin COVID-19 yang diizinkan di Indonesia, vaksin Sinovac merupakan vaksin pertama yang memperoleh izin dari BPOM untuk anak usia 6-11 tahun dan telah memenuhi aspek keamanan, sebelumnya juga telah diizinkan untuk anak usia 12-17 tahun. Vaksin lainnya yang akan menyusul untuk diberikan pada anak adalah vaksin Pfizer dan vaksin Sinopharm.

2. Dosis vaksin Sinovac untuk anak usia 6-12 tahun

Menurut rekomendasi IDAI, vaksin Sinovac pada anak diberikan dalam dosis 3ug (0,5 mL) sebanyak 2 kali pemberian dengan jarak dosis pertama dan kedua yaitu 4 minggu.

3. Kriteria anak yang belum bisa dapat vaksin Sinovac

Berdasarkan rekomendasi IDAI, berikut beberapa kondisi anak usia 6-11 tahun yang belum bisa diberikan vaksin Covid-19:

  • Defisiensi imun primer, penyakit autoimun tidak terkontrol*
  • Penyakit Sindrom Gullian Barre, mielitis transversa, acute demyelinating encephalomyelitis.
  • Anak kanker yang sedang menjalani kemoterapi/radioterapi*
  • Sedang mendapat pengobatan imunosupresan/sitostatika berat.
  • Demam 37,50 C atau lebih.
  • Sembuh dari COVID-19 kurang dari 3 bulan.
  • Pascaimunisasi lain kurang dari 1 bulan.
  • Hamil.
  • Hipertensi tidak terkendali.
  • Diabetes melitus tidak terkendali.
  • Penyakit-penyakit kronik atau kelainan kongenital tidak terkendali*

* Imunisasi untuk anak dengan kanker dalam fase pemeliharaan, penyakit kronis atau autoimun yang terkontrol dapat mengikuti panduan imunisasi umum dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter penanggung jawab pasien sebelumnya.

4. Efek samping sama dengan anak usia 12-17 tahun

Dalam konferensi pers BPOM menyampaikan bahwa efek samping vaksin Sinovac untuk anak usia 6-11 tahun sebanding atau sama dengan efek samping pada usia 12-17 tahun.

Berikut efek samping vaksin Sinovac pada anak:

Efek Samping Lokal

  • Sakit pada area penyuntikan
  • Kemerahan
  • Pembengkakan

Efek Samping Sistemik

  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Panas
  • Mual

Bagaimana dengan data imugenesitas dan rencana penyuntikan vaksin Sinovac untuk anak? Selengkapnya di halaman berikut.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Pengumuman! BPOM Terbitkan EUA Sinovac untuk Anak 6-11 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]