Jumat, 05 Nov 2021 15:31 WIB

Alert! Gelombang 3 COVID-19 RI Diprediksi Meledak Tiba-tiba, Ini Sebabnya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Gelombang ketiga Corona di Indonesia diprediksi meledak tiba-tiba. (Foto: PIUS ERLANGGA)
Jakarta -

Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra mengungkap kemungkinan besar Indonesia akan menghadapi ledakan kasus gelombang ketiga COVID-19 secara tiba-tiba. Hal utama yang menjadi pemicunya adalah peningkatan mobilitas yang kini semakin tinggi, seperti pra pandemi.

Pemerintah dinilai Hermawan tak lagi memperhatikan aturan protokol kesehatan seperti menjaga jarak aman. Relaksasi semacam itu terlihat dalam ketentuan naik pesawat yang tak lagi menerapkan seat distancing.

"Akan ada kenaikan kasus yang sporadis jadi tiba-tiba dan sulit diprediksi sebelumnya karena ada dua kemungkinan, pertama kemungkinan muncul varian baru karena kerumunan keramaian, apalagi wisatawan mancanegara juga akan datang," beber Hermawan saat dihubungi detikcom Jumat (5/11/2021).

"Bisa jadi karena kekhawatiran kami, kasus COVID-19 itu meledak tiba-tiba boleh jadi karena adanya mutasi virus baru yang kemudian adanya keramaian, penularannya semakin cepat," jelas dia.

Masyarakat diminta untuk berkaca pada kejadian lonjakan kasus seperti tahun lalu. Jelang Natal dan Tahun Baru, keramaian dan kerumunan kerap memicu ledakan kasus COVID-19.

Hermawan juga mengingatkan cakupan vaksinasi lansia masih belum merata. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI yang diakses per Jumat (5/11/2021), vaksinasi dosis pertama lansia baru mencapai 41,47 persen, rentangnya lebih jauh dengan cakupan dosis kedua yaitu 25,65 persen atau baru ada 5 juta lansia yang divaksinasi COVID-19 lengkap.

Bahayanya, lansia termasuk kelompok rentan yang memiliki risiko kematian COVID-19 tinggi. Hal ini akan berpengaruh pada case fatality rate Indonesia.

"Beberapa negara seperti Singapura, Tiongkok, saat ini bahkan Inggris, sedang mengalami kasus peningkatan kembali, artinya vaksinasi di satu sisi tetap dilakukan secara masif pada lansia, karena fokus lansia kalau tidak dilakukan vaksinasi, akan terjadi case fatality yang tinggi karena memang risiko komorbid itu sendiri ya," sambungnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2