Kamis, 04 Nov 2021 11:31 WIB

DKI PPKM Level 1! Aturan Makin Longgar, Awas Kecolongan Seperti Singapura

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sejumlah mal di kawasan DKI Jakarta telah kembali beroperasi. Sejumlah protokol kesehatan diterapkan di pusat perbelanjaan tersebut. PPKM level 1 bikin aturan di DKI makin longgar, awas kecolongan seperti Singapura. (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

DKI Jakarta masuk PPKM level 1, mal sudah diperbolehkan beroperasi hingga 100 persen. Selain mal, aktivitas bekerja di kantor kini diperluas kapasitasnya hingga 75 persen.

Menurut ahli epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman, pelonggaran yang dilakukan tetap perlu dievaluasi secara berkala. Terlebih, jika melihat kondisi krisis COVID-19 di negara Eropa hingga negara-negara tetangga.

"Pesan penting dari situasi dunia yang masih gelombang ketiga bahkan Eropa, 5 minggu berturut-turut terus meningkat," beber Dicky kepada detikcom Kamis (4/11/2021).

"Terus negara tetangga kita ini seperti Singapura itu masih dalam situasi krisis termasuk juga dengan adanya keberadaan dari varian Deta, ini harus membuat kita waspada berhati-hati, dan cermat dalam melakukan pelonggaran," sambung dia.

Dalam praktiknya, Dicky menilai wajib ada pemantauan protokol kesehatan di setiap pelonggaran. Misalnya, pembukaan mal 100 persen.

Menurut dia, tidak semua mal menerapkan fasilitas dengan protokol kesehatan yang memadai. Terlebih, di parkiran atau basement yang tertutup sehingga berisiko memicu penularan COVID-19 yang efektif menyebar melalui udara.

"Bagaimana toilet, bagaimana sirkulasi, dan ventilasi," tegas Dicky.

Indonesia harus belajar dari Singapura

Dicky menilai Indonesia perlu belajar dari Singapura, saat negara tersebut melonggarkan pembatasan terlalu dini, kini situasi COVID-19 benar-benar belum terkendali. Hal serupa juga terjadi di Inggris, yang belakangan diyakini penularan meningkat dengan adanya subvarian Delta AY.4.2.

"Kita belajar dari Singapura yang melakukan pelonggaran terlalu awal dan akhirnya masih berkecamuk ini juga terjadi di Inggris, apalagi kita menghadapi Nataru, potensi gelombang ketiga ya harus betul-betul sangat dicermati," pungkas dia.



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)