Sabtu, 06 Nov 2021 10:00 WIB

Korut Krisis Pangan, Kim Jong Un Perintahkan Warganya Makan Angsa Hitam

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
In this photo provided by the North Korean government, North Korean leader Kim Jong Un speaks during a parliament meeting in Pyongyang, North Korea Wednesday, Sept. 29, 2021. Independent journalists were not given access to cover the event depicted in this image distributed by the North Korean government. The content of this image is as provided and cannot be independently verified. (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP) Kim Jong Un. (Foto: Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)
Jakarta -

Krisis pangan yang parah membuat pemerintah di Korea Utara mencari cara untuk bisa memberi makan penduduk mereka. Belum lama ini mereka menggembar-gemborkan manfaat kesehatan dari daging angsa hitam.

Surat kabar lokal Rodong Sinmun dan DPRK Today baru-baru ini memuji daging angsa hitam sebagai sumber makanan yang berharga, menyoroti tidak hanya nilai gizinya sebagai sumber protein yang kaya tetapi juga efek anti-karsinogenik atau mencegah kanker.

"Angsa hitam langka, burung hias. Dagingnya enak dan berkhasiat obat," tulis Rodong Sinmun pekan lalu dikutip dari SCMP.

Angsa hitam sebelumnya hanya disebutkan di media pemerintah Korea Utara sebagai subjek penelitian akademis atau terkait dengan berita tentang Kebun Binatang Pusat di Pyongyang. Kini pemerintahan Kim Jong Un itu memerintahkan warganya mengonsumsi angsa merah karena alasan kesehatan.

"Daging mereka mengandung imunoglobulin, asam linoleat, dan bahan anti-karsinogenik yang hampir tidak ditemukan pada jenis daging lain," sebut DPRK Today mengutip seorang pejabat peternakan angsa hitam di timur laut Kabupaten Yongpyong.

Karena sangat langka, angsa hitam kerap menjadi simbol, tetapi warnanya berarti mereka sering dikaitkan dengan kualitas buruk. Dalam mitologi Eropa dan selama abad 18 dan 19, angsa hitam dianggap dikirim oleh iblis, seperti juga hewan hitam lainnya, termasuk kucing.

Langkah untuk memulai perdagangan daging angsa hitam adalah salah satu dari banyak tindakan tidak biasa yang diambil Korea Utara untuk meningkatkan pasokan makanan pada saat negara itu menghadapi tiga kali lipat sanksi internasional, pandemi COVID-19 yang telah menutup perbatasan dengan jalur perbatasan, sekutu China, dan banjir.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un telah mengakui situasi makanan yang sedang krisis dan meminta maaf atas pengorbanan yang harus dilakukan warga untuk mencegah wabah virus Corona.

Pada Juli tahun lalu, tentara Korea Utara dan keluarga mereka diperintahkan untuk memelihara kelinci, kata situs web DailyNK.



Simak Video "Badan Intelijen Korsel Sebut Korut Coba Retas Server Pfizer"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)