Selasa, 09 Nov 2021 05:26 WIB

RI Disebut Jadi Negara Pertama Setujui Vaksin Novavax, BPOM Buka Suara

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK). Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Beberapa waktu lalu, ramai Indonesia disebut menjadi negara pertama yang menyetujui vaksin Novavax. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) Penny K Lukito menegaskan hal tersebut keliru, hingga kini belum ada izin yang dikeluarkan untuk vaksin COVID-19 Novavax.

"Jadi yang sudah mendapatkan izin EUA dari BPOM adalah vaksin Covovax, jadi Covovax dan vaksin Novovax itu memang vaksin yang sama, tapi Novavax itu yang diuji klinik di Amerika dan diproduksi di Amerika dan dalam proses tersebut mereka belum mendapatkan EUA memang dari US FDA," beber Penny dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Senin (8/11/2021).

"Karena alasannya adalah mereka proses produksinya belum stabil ya, iya jadi produksi komersialnya belum konsisten, jadi masih ada tahapan tes-tes lagi yang mereka belum selesaikan sehingga prosesnya dengan US FDA belum mendapatkan EUA," sambung Penny.

Sementara vaksin Covovax yang disetujui BPOM RI disebutnya diproduksi di India, dikembangkan oleh perusahaan SII India, dengan nama vaksin COVID-19 yang berbeda. Data uji klinis India yang kemudian menjadi acuan BPOM RI menyetujui vaksin Covovax tersebut.

"Saya kira BPOM juga sebagai suatu institusi regulator yang independen sesuai dengan standar-standar pedoman internasional mempunyai kewenangan untuk mengevaluasi secara mandiri data-data tersebut," tutur Penny.

"Dan BPOM sudah diakui oleh WHO, yang mempunyai standar-standar mengevaluasi keamanan mutu yang menegakkan dengan baik, sehingga BPOM bisa memberikan EUA untuk vaksin Covovax dengan bridging study, semua data sudah memenuhi, kami sudah mengevaluasi sama dengan untuk semua vaksin yang didaftarkan ke BPOM dan sudah disetujui semua sudah lengkap, dan bisa mendapatkan EUA," lanjut dia.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Golkar, Emanuel Melkiades Laka Lena terkait kebenaran Indonesia menjadi negara pertama yang menyetujui vaksin Novavax, Penny langsung membantah kabar tersebut.

"Covovax. Bukan novavax, itu keliru. Kita juga belum yang Novavax belum," tegas Penny.

"Jadi saya kira tidak bisa dibandingkan dengan Novavax dalam hal ini," pungkas dia.



Simak Video "Novavax Klaim Vaksin Protein Terbukti Aman untuk Anak Usia 12-17 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)