Selasa, 09 Nov 2021 09:01 WIB

Fakta-Fakta Terungkapnya Sumber Pencemaran Paracetamol di Teluk Jakarta

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
Peneliti itu terdiri dari Wulan Koagouw, Zainal Arifin, George WJ Olivier, dan Corina Ciocan menemukan konsentrasi tinggi paracetamol di Angke, yaitu 610 nanogram per liter, dan Ancol 420 ng/L, keduanya di Teluk Jakarta. Foto: (Dok. DLH DKI Jakarta)
Jakarta -

Beberapa waktu lalu, masyarakat sempat dihebohkan dengan hasil penemuan sejumlah peneliti yang mengungkapkan tingginya kandungan paracetamol di laut Teluk Jakarta. Tim gabungan DLH menemukan satu pabrik farmasi yang diduga menjadi penyebabnya.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menyebutkan pabrik farmasi tersebut berinisial MEP yang berlokasi di kawasan teluk Jakarta, Jakarta Utara. Pabrik farmasi itu diduga menjadi sumber pencemaran paracetamol di Angke dan Ancol.

"Terbukti dia membuang limbahnya, instalasi pengolahan limbahnya juga tidak di-treatment secara baik," ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto dikutip dari Antara, Selasa (9/11/2021).

Berdasarkan temuan tim DLH DKI, mengindikasi pengelolaan limbah yang tidak berfungsi dengan baik, dilihat dari temuan Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biological Oxygen Demand (BOD) pada air limbah.

1. Sanksi yang diberikan

Terkait insiden ini, pihak DLH DKI hanya akan memberikan sanksi administrasi berupa teguran tertulis kepada perusahaan farmasi tersebut dan meminta pabrik memperbaiki pengolahan limbah terpadu (IPLT) mereka.

"Sudah ada sanksi administrasi juga dari kita. Kalau denda belum ada. Sanksi administrasinya surat teguran dari kita kepada perusahaan tersebut," ucap Asep.

Lebih lanjut, Asep menambahkan tenggat waktu yang diberikan pabrik untuk memperbaiki IPLT itu selama tiga sampai empat bulan.

"Kami coba cek setelah tiga-empat bulan apakah dia akan melakukan perbaikan terhadap IPLT-nya," ujar Asep.

2. Baru pabrik farmasi MEP terbukti cemari laut Jakarta dengan Paracetamol

Saat ini, Asep mengungkapkan baru pabrik farmasi MEP yang terbukti melakukan pencemaran Paracetamol di laut teluk Jakarta. Pihaknya, tidak merinci berapa lama praktik membuang limbah tersebut dilakukan oleh perusahaan farmasi tersebut.

3. Temuan awal kandungan Paracetamol di laut Teluk Jakarta

Beberapa waktu lalu, sejumlah peneliti dari Pusat Penelitian Oceanografi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyampaikan temuannya terkait laut di kawasan Teluk Jakarta, tepatnya di Angke dan Ancol yang terkontaminasi obat-obatan, termasuk Paracetamol.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Faktor dan Penanganan untuk Pencemaran Paracetamol Menurut Peneliti"
[Gambas:Video 20detik]