Rabu, 10 Nov 2021 20:30 WIB

Fakta-fakta Kondom 'Vegan', Diklaim Lebih Sehat dan Ramah Lingkungan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Collection of colorful condomsSelective focus; shallow DOF Ilustrasi. Foto: istock
Jakarta -

Beberapa waktu lalu, seorang model asal London, Inggris, bernama Iasmin Santos mengaku tak mau bercinta dengan pasangannya karena kondom yang dipakainya. Ia hanya mau berhubungan seks menggunakan kondom vegan.

Menurutnya, kondom vegan itu memberikan sensasi seks yang lebih menyenangkan dan bergairah.

"Seks lebih menyenangkan dengan kondom vegan, saya bisa membuktikannya," kata dia yang dikutip dari Daily Star.

"Memikirkannya saja meningkatkan libido saya hingga 100 persen, itu sebabnya saya menyukainya," pungkasnya.

Sebenarnya apa itu kondom vegan?

Kondom vegan merupakan kondom yang terbebas dari segala produk hewani atau produk sampingan. Umumnya, kondom ini dibuat dari lateks yang dilunakkan dengan menggunakan kasein protein susu. Inilah yang membuat kondom menjadi non-vegan.

Sementara kondom vegan tidak menggunakan kasein untuk melunakkan lateks. Dikutip dari Mochni, itu diganti dengan nabati seperti ekstrak thistle. Ekstrak thistle ini terbuat dari sekelompok senyawa tanaman yang dikenal dengan silymarin.

"Namun, bukan berarti kondom vegan bisa terbebas dari bahan kimia. Bedanya, hanya tidak menggunakan kasein untuk melunakkan lateks dan produknya tidak diuji pada hewan," kata ginekolog integratif Shawn Tassone, MD, PhD, yang dikutip dari laman Mind Body Green, Rabu (10/11/2021).

Lebih aman untuk vagina?

Dari segi keamanan untuk vagina, kondom vegan memiliki peran yang sama seperti kondom non-vegan. Seperti kondom pada umumnya, Tassone mengatakan kondom vegan ini juga tidak lepas dari berbagai kandungan zat kimia.

Misalnya seperti gluten, paraben, nonoxynol-9, benzokain, kasein, nitrosamin, dan spermisida, yang bisa menyebabkan ketidakseimbangan dalam mikrobioma vagina.

Meskipun begitu, masih ada sebagian produk kondom vegan yang tidak menggunakan bahan kimia yang berbahaya. Alih-alih menggunakan produk hewani, minyak pada kondom vegan ini menggunakan minyak silikon murni untuk pelumas atau ekstrak sayur/buah organik yang aman untuk makanan. Hal ini yang membuat kondom vegan juga akan tetap berwarna dan beraroma.

Lebih efektif mencegah PMS dan kehamilan?

Dari segi efektivitas, tidak ada perubahan yang signifikan antara kondom vegan dan non-vegan. Keduanya masih mampu mencegah terjadinya PMS dan juga kehamilan.

"Kondom bergantung pada penggunaan produk yang benar, dan jika digunakan dengan cara yang dimaksudkan, kondom lateks vegan dan reguler memiliki efektivitas sekitar 98% terhadap IMS dan kehamilan," kata Tassone.



Simak Video "Pertama di Dunia! Kondom Unisex untuk Pria dan Wanita"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)