Jumat, 12 Nov 2021 14:30 WIB

Kemenkes: Daerah Tak Capai Target Vaksin Berisiko Alami KLB COVID-19

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Corona di Indonesia. (Foto: PIUS ERLANGGA)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) memastikan herd immunity atau kekebalan kelompok baru bisa terbentuk jika cakupan vaksinasi mencapai 70 persen. Sementara, angka vaksinasi nasional untuk dosis kedua targetnya masih jauh dari sasaran.

Berdasarkan data vaksin.kemkes.go.id per Kamis (11/11/2021) angka vaksinasi COVID-19 dosis kedua baru menyentuh 39,43 persen atau 82 juta orang yang disuntik. Cakupan prioritas vaksinasi lansia untuk dosis pertama baru menyentuh 43,26 persen, dan vaksinasi dosis kedua berada di 26,86 persen.

Sebaran wilayah vaksinasi COVID-19 paling tinggi berada di DKI Jakarta, Bali, DI Yogyakarta, hingga Kepulauan Riau, vaksinasi COVID-19 dosis kedua sudah berada di atas 70 persen bahkan Jakarta mencapai 105 persen. Bagaimana nasib wilayah lain yang targetnya belum tercapai?

"Daerah-daerah yang cakupan vaksinasinya tidak tercapai, sama seperti sebenarnya yang terjadi pada imunisasi rutin, di mana potensi kejadian luar biasa (KLB) itu pasti akan sangat mudah terjadi," beber dr Nadia dalam konferensi pers Kamis (11/11/2021).

dr Nadia kembali mengingatkan risiko penularan COVID-19 masih akan terus muncul jika target vaksinasi belum tercapai di semua wilayah. Meski satu wilayah sudah mencatat vaksinasi COVID-19 mencapai 100 persen, risiko penularan masih menyebar dari wilayah yang belum mencapai target sasaran vaksin COVID-19.

"Jadi kembali lagi, tidak akan ada yang aman kalau semua orang juga tidak aman. Jadi artinya kita tidak akan keluar daripandemi kalau kemudian masih ada target sasaran yang belum mencapai vaksinasi," lanjut dr Nadia.



Simak Video "Herd Immunity akan Sulit Dicapai Jika..."
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)