Jumat, 12 Nov 2021 22:11 WIB

Mencari Pemanis Alami yang Cocok untuk Diabetesi, Ini Jawabannya

Angga Laraspati - detikHealth
Pemanis Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Ada banyak pemanis yang terbuat dari bahan alami sehingga diyakini lebih cocok dan lebih sehat untuk diabetesi. Benarkah pemanis-pemanis alami ini lebih sehat dan baik digunakan oleh diabetesi?

Dilansir dari beberapa sumber, ada beragam pemanis alami yang dinilai lebih sehat dan baik bila digunakan oleh diabetesi dan berikut ini adalah di antaranya.

Gula Batu

Gula batu merupakan salah satu jenis gula yang umum dipakai di Indonesia, biasanya disajikan bersama teh poci. Gula batu berbentuk kristal bening berukuran besar berwarna putih atau kuning kecoklatan.

Kristal bening dan putih ini dibuat dari larutan gula jenuh yang mengalami proses kristalisasi secara lambat. Secara rasa, gula batu tidak semanis gula pasir karena adanya air di dalam kristal.

Karena memiliki tingkat kemanisan yang lebih rendah dibandingkan gula pasir, gula batu seringkali dipersepsikan lebih sehat dan lebih cocok untuk diabetesi. Sayangnya, hal ini tidak tepat. Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan gula batu merupakan pilihan yang lebih sehat.

Meskipun tingkat kemanisan gula batu lebih rendah dibandingkan gula pasir, jumlah kalorinya justru lebih besar daripada gula pasir, yaitu mencapai 25 Kalori per sendok teh. Gula batu juga umumnya terbuat dari gula pasir sehingga memiliki komposisi kimiawi yang sama dengan gula pasir

Gula Aren

Gula aren atau dikenal juga sebagai gula palma dan nipah merupakan gula yang didapatkan dari nira tanaman aren atau nipah. Jenis gula ini memiliki aroma dan warna yang khas sehingga banyak disukai dan umum digunakan pada makanan dan cemilan tradisional.

Karena memiliki bahan baku yang berbeda dengan gula pasir, gula aren juga sering dikatakan lebih sehat untuk diabetesi. Tapi hal ini ternyata tidak benar. Meskipun tampak berbeda dengan gula pasir biasa, gula aren sesungguhnya juga memiliki kandungan sukrosa (jenis senyawa gula pada gula pasir) yang tinggi.

Sebuah riset di Lampung menunjukkan gula aren tergranulasi mengandung 75-88% sukrosa. Selain itu, kandungan kalori pada gula aren juga relatif tinggi dan hampir setara dengan kandungan kalori pada gula pasir

Gula Stevia

Gula stevia adalah pemanis yang berasal dari tanaman Stevia rebaudiana, salah satu tanaman tradisional yang sudah banyak digunakan oleh masyarakat di daerah Paraguay dan Brasil sejak masa lalu.

Daun stevia mengandung senyawa-senyawa yang memiliki rasa sangat manis. Karena itulah sebagai pemanis, gula stevia memiliki tingkat kemanisan yang tinggi (sekitar 100-200 kali gula pasir). Penggunaannya pun cukup sedikit untuk mendapatkan rasa manis yang diinginkan.

Keunggulan lainnya, gula stevia tidak mengandung kalori dan tidak menyebabkan kenaikan kadar gula darah saat dikonsumsi

Keunggulan-keunggulan ini menyebabkan gula stevia cocok dan dapat bermanfaat untuk semua orang, termasuk diabetesi, penderita obesitas, dan mereka yang sedang menjaga asupan kalori atau berdiet.

Sebagai pemanis, gula stevia sudah dinyatakan aman dan banyak digunakan di berbagai negara termasuk Jepang, Korea, China, Asia Tenggara, dan Amerika Selatan. Penggunaannya pun bervariasi di berbagai macam produk mulai dari minuman, permen, acar sayuran, hingga produk makanan laut.

Ingin mencoba gula stevia? Cobalah pemanis rendah kalori Tropicana Slim Stevia yang merupakan gula nol kalori alami dari daun stevia. Tropicana Slim Stevia juga bebas gula dan cocok untuk diabetesi sebagai pilihan rasa manis yang lebih sehat.



Simak Video "Indonesia Masuk Tiga Besar Negara dengan Angka Prediabetes Tinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(ads/ads)