Jumat, 12 Nov 2021 20:05 WIB

Benarkah Susu Nabati Cocok Dikonsumsi untuk Penderita Diabetes?

Inkana Putri - detikHealth
Ilustrasi Susu Nabati Foto: Shutterstock
Jakarta -

Bicara soal susu, pasti yang terlintas pertama kali dalam benak Anda adalah susu sapi. Tapi, kini ada banyak macam susu yang tersedia dan tidak hanya berasal dari sumber hewani, atau dikenal sebagai susu nabati.

Sebut saja susu kedelai, susu kacang hijau, susu kacang almond dan lain sebagainya. Bahkan, susu dari sumber nabati kini semakin populer dan disukai.

Apa Itu Susu Nabati?

Susu nabati diperoleh dari sumber bahan baku tanaman yang diekstraksi dengan menggunakan air. Susu nabati diolah sedemikian rupa agar menghasilkan produk dengan penampilan dan konsistensi yang menyerupai susu sapi. Awalnya, susu nabati yang dikenal hanyalah susu kacang kedelai. Namun, kini produk susu nabati telah dikembangkan dari berbagai macam bahan baku dari kelompok serealia, polong-polongan, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

Beberapa contoh produk susu nabati antara lain susu oat dan susu beras dari kelompok serealia, susu kacang kedelai dan susu kacang tanah dari kelompok polong-polongan. Ada pula susu almond dan susu walnut dari kelompok kacang-kacangan, serta susu wijen dan susu biji bunga matahari dari kelompok biji-bijian.

Mengapa Susu Nabati Populer?

Susu nabati menjadi populer karena bisa dijadikan alternatif untuk mereka yang tidak dapat mengonsumsi susu sapi. Terdapat sebagian orang yang mengalami gangguan intoleransi laktosa (atau dikenal sebagai gula susu) sehingga dapat mengalami gangguan pencernaan setelah minum susu sapi. Bagi mereka yang mengalami intoleransi laktosa, susu nabati umumnya dapat dikonsumsi tanpa menyebabkan gangguan pencernaan.

Selain itu, produk susu nabati juga sering diklaim memiliki berbagai manfaat kesehatan. Produk susu nabati memang dapat memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan susu sapi, khususnya dalam komposisi lemaknya. Susu nabati memiliki komposisi lemak yang lebih sehat karena secara umum mengandung asam lemak tidak jenuh (lemak baik) yang lebih tinggi dan asam lemak jenuh (lemak jahat) yang lebih rendah.

Apakah Susu Nabati Bisa Dikonsumsi Diabetesi?

Dengan komposisi lemak yang lebih sehat, susu nabati dapat dikonsumsi diabetesi. Seperti dijelaskan sebelumnya, susu nabati umumnya lebih rendah lemak jenuh dan mengandung lemak tidak jenuh yang lebih tinggi. Lemak jenuh dikatakan sebagai lemak jahat karena dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol yang kemudian berkaitan dengan penyakit jantung. Sebaliknya, menggantikan lemak jenuh dengan lemak tidak jenuh diketahui bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung.

Tidak hanya komposisi lemak yang penting diperhatikan saat memilih produk susu nabati, diabetesi juga perlu memperhatikan kandungan gula, dan memilih produk susu nabati yang bebas gula. Salah satunya, Tropicana Slim Oat Drink yang mengandung semua kebaikan oat dengan rasa vanilla yang nikmat.

Tropicana Slim Oat Drink diformulasikan bebas gula, rendah lemak, dan merupakan sumber serat serta kalsium sehingga aman untuk diabetesi, penderita sakit jantung, dan ideal bagi yang sedang berdiet. Tropicana Slim Oat Drink tersaji dalam kemasan praktis yang siap menemani aktivitas tiap hari dan mudah diminum kapan saja.

(ads/ads)