Sabtu, 13 Nov 2021 08:08 WIB

Pasien Diabetes Bisa Kok Divaksinasi COVID-19, Ini Penjelasannya

Astika - detikHealth
Mid adult diabetic woman checking glucose level at home during pandemic crisis. Foto: Getty Images/BakiBG
Jakarta -

Tantangan pengidap diabetes untuk mendapatkan vaksin COVID-19 adalah jika gula darah mereka tidak terkontrol. Namun, sekarang para dokter telah merekomendasikan semua pengidap diabetes bisa divaksin.

Banyak penyintas COVID-19 disertai penyakit diabetes memiliki prognosis yang lebih buruk. Di sisi lain, banyak pengidap yang tidak bisa melakukan vaksinasi karena kondisi gula darah tidak terkontrol.

Diabetes dan infeksi COVID-19 memiliki hubungan timbal balik. Diabetes disebut bisa sebabkan infeksi menjadi lebih parah (prognosis buruk). Sedangkan infeksi COVID-19 juga bisa sebabkan gula darah menjadi tidak terkontrol karena virus menyerang hampir semua bagian tubuh, termasuk sel pankreas yang menghasilkan hormon insulin.

Selama ini, para pengidap diabetes disyaratkan memiliki gula darah terkontrol untuk vaksinasi COVID-19. Padahal, mereka memiliki risiko besar terpapar dan prognosis penyakit yang buruk, terlepas dari gula darah terkontrol atau tidak.

Berbicara dalam talkshow I Give My #Hands4Diabetes Tropicana Slim, Jumat (12/11/2021), dr Martha Rosana, SpPD, selaku Staff Divisi Endokrin, Metabolik dan Diabetes Departemen Penyakit Dalam RSCM-FKUI menyampaikan bahwa semua pasien diabetes harus divaksinasi.

"Justru sekarang manfaat vaksin untuk pengidap diabetes lebih besar daripada risikonya. Jadi lebih baik semua pasien diabetes divaksinasi," ujar dr Martha.

"Saat ini, perkumpulan profesi dokter termasuk dokter penyakit dalam, tidak lagi mensyaratkan gula darah tertentu untuk pasien diabetes bisa divaksinasi COVID-19. Mau gula darahnya tinggi, misal 300, asal tidak dalam kondisi akut yaitu pasien masih bisa beraktivitas seperti jalan sendiri, itu boleh diberi vaksinasi," imbuhnya.

Hal yang membedakan antara pengidap diabetes gula darah terkontrol dan tidak terkontrol adalah dari respon vaksinnya. Mungkin, respon vaksin akan lebih baik pada pengidap yang gula darahnya terkontrol. Namun, tetap saja sifat proteksi dari vaksin ini tetap lebih penting.



Simak Video "Pemerintah Minta Produsen Vaksin Covid-19 Penuhi Target Pengiriman"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)