Sabtu, 13 Nov 2021 16:24 WIB

Stop Ghosting! Studi Jelaskan Ciri-ciri Kepribadian Orang yang Suka Ghosting

Akbar Malik - detikHealth
Foto ilustrasi wanita yang mengalami ghosting. Foto ilustrasi. (Foto: Dok. Istock)
Jakarta -

Siapa dari Anda yang pernah melakukan ghosting atau di-ghosting? Istilah ghosting merujuk pada mereka yang meninggalkan pasangannya secara tiba-tiba.

Bagi Anda yang pernah di-ghosting, jangan khawatir, mungkin mereka bukan yang terbaik. Hasil studi menjelaskan bahwa mereka yang suka ghosting berkorelasi dengan kepribadian yang buruk.

Mengutip India Times, para peneliti Universitas Padua di Italia melakukan studi terhadap 341 orang dewasa dan menjadikan ghosting sebagai topik penelitian. 23 persen dari keseluruhan objek studi merupakan laki-laki, sisanya perempuan.

Pertanyaan yang diajukan kepada sejumlah orang itu antara lain apakah ghosting cara yang baik untuk menyelesaikan hubungan, dan apakah pernah meng-ghosting seseorang di masa lalu.

Selain diminta menjawab pertanyaan terkait ghosting, responden pun mengisi survei kepribadian tentang dark triad atau tiga kepribadian gelap yang terdiri dari narsisme, machiavellianisme, dan psikopat. Hal ini dilakukan untuk menemukan benang merah bagaimana para pelaku ghosting memiliki kepribadian buruk.

Narsisme adalah sikap mencintai diri terlalu berlebihan, sementara machiavellianisme adalah sikap manipulatif yang istilahnya disandarkan pada sejarawan Italia, Niccolo Machiavelli, yang pada saat itu merujuk kepada para politisi yang melakukan aksi manipulatif. Sedangkan psikopat adalah sikap antisosial, kurang empati, dan tega menyakiti orang lain.

Studi yang diterbitkan di jurnal Acta Psychologica itu menemukan bahwa 51 persen responden pernah meninggalkan pasangannya dengan cara ghosting. Orang-orang tersebut menyatakan bahwa ghosting bukanlah cara yang salah dalam mengakhiri suatu hubungan. Lebih dari itu, orang-orang itu pula yang memiliki karakter machiavellianisme dan psikopat, tapi tidak narsis.

Selain itu, peneliti memaparkan bahwa orang-orang yang dalam penelitiannya memiliki sifat dark triad (narsisme, machiavellianisme, psikopat) menganggap ghosting cara yang tepat untuk mengakhiri hubungan jangka pendek. Meski begitu, dalam hubungan jangka panjang yang serius mereka tidak memilih ghosting.

Dengan kata lain, penelitian itu menjelaskan bahwa orang yang biasa ghosting memiliki kepribadian yang buruk. Uniknya, studi itu mengungkapkan bahwa orang dengan kepribadian buruk dan melakukan ghosting lebih banyak dimiliki oleh laki-laki daripada perempuan.



Simak Video "Hati-hati! Jangan Asal Curhat soal 'Ghosting' di Medsos"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)