ADVERTISEMENT

Senin, 15 Nov 2021 11:54 WIB

Heboh Perawat Suntik Pasien dengan Cairan Antiseptik, Tiga Tewas

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi jenazah Ilustrasi meninggal dunia. (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Seorang perawat asal Yokohama, Jepang, tega mengganti cairan infus dengan antiseptik, menyebabkan setidaknya tiga pasien meninggal dunia. Perawat tersebut memberikan alibi bahwa kelelahan lah yang menyebabkan ia menukar cairan infus dengan antiseptik.

Pengadilan Distrik Yokohama pada hari Selasa (9/11) pekan lalu menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada seorang mantan perawat ini karena membunuh tiga pasien dengan memasukkan antiseptik ke dalam infus mereka di rumah sakit Yokohama pada tahun 2016.

Pengadilan menjatuhkan putusan pada Ayumi Kuboki, 34, yang mengaku selama persidangan profil tinggi untuk membunuh pasien dengan mencampurkan larutan antiseptik ke dalam kantong infus mereka di rumah sakit tempat dia bekerja. Jaksa menuntut hukuman mati.

Hakim Ketua Kazunori Karei mengatakan Kuboki, yang mengakui pembunuhan tersebut, dapat dimintai pertanggungjawaban atas kejahatan seperti yang ditunjukkan oleh jaksa selama persidangan, dengan mengatakan, "Dia melakukan tindakan seperti itu karena mengetahui bahwa itu melanggar hukum," katanya dikutip dari Japan Times.

Namun, dia menyimpulkan bahwa menghukum Kuboki dengan hukuman penjara seumur hidup adalah wajar karena sikapnya selama persidangan menunjukkan bahwa dia menyesal.

"Dia memahami beratnya kejahatan, dan bahkan mengatakan dalam pernyataan terakhirnya bahwa dia ingin menebus kematiannya sendiri. Dengan menghadapi beban rasa bersalahnya selama sisa hidupnya, adalah adil jika dia kembali ke jalur yang benar dalam hidup," tambah Kazunori.

Sementara itu, jaksa mengatakan Kuboki menunjukkan ciri-ciri gangguan spektrum autisme tetapi dia sepenuhnya kompeten untuk diadili dan itu tidak mempengaruhi kemampuan pengambilan keputusannya atau berperan dalam kejahatannya di rumah sakit, yang menerima pasien yang sakit parah.

Menurut putusan tersebut, Kuboki dengan sengaja membunuh tiga pasien rawat inap - Sozo Nishikawa, 88, Asae Okitsu, 78, dan Nobuo Yamaki, 88 - di institusi yang sebelumnya bernama Rumah Sakit Oguchi dengan memasukkan larutan antiseptik ke dalam kantong infus mereka.

Dalam salah satu persidangan, Kuboki, yang pertama kali ditangkap pada Juli 2018, mengatakan, "Agar tidak dituduh oleh anggota keluarga jika pasien meninggal selama jam kerja saya, saya membuatnya agar mereka mati ketika saya tidak bertugas."

Dia juga meminta maaf kepada anggota keluarga pasien selama persidangan, yang dimulai bulan lalu. Rumah sakit tersebut telah ditutup sejak 2019.



Simak Video "Temuan Kasus Cacar Monyet Pertama di Jepang"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT