Senin, 15 Nov 2021 13:40 WIB

IDAI Sebut Anak Pengidap Diabetes Boleh Disuntik Vaksin COVID

Jihaan Khoirunnissa - detikHealth
Little girl receiving coronavirus vaccine at doctors office Foto: Getty Images/iStockphoto/doble-d
Jakarta -

Diabetes melitus tidak hanya diderita oleh orang dewasa saja, melainkan bisa juga terjadi pada anak-anak, terutama yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas. Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso, mengatakan anak pengidap diabetes melitus tetap bisa mendapatkan vaksin COVID-19.

"Apabila diabetes terkendali, gula darah terkontrol, tidak ada halangan untuk diberikan vaksinasi Covid-19," kata Piprim dikutip dari laman CNN Indonesia, Senin (15/11/2021).

Bahkan menurutnya, vaksinasi harus diberikan kepada para pengidap diabetes. Hal ini mengingat mereka masuk ke dalam kelompok masyarakat yang rentan.

"Bahkan mereka ini lebih perlu divaksinasi karena diabetes adalah komorbiditas yang signifikan kalau kena COVID. Bisa berat nantinya," tuturnya.

Diungkapkan Piprim, diabetes tidak hanya lumrah diidap anak gemuk. Namun ada kemungkinan anak memiliki perawakan kurus terkena diabetes. Umumnya, anak dengan perawakan kurus akan terkena diabetes tipe satu.

"Anak bertubuh kurus bisa mengidap diabetes melitus tipe 1. Jadi, waspadai bila anak banyak makan, banyak minum, sering pipis, dan berat tubuh terus menurun," ujarnya.

Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Endokrinologi IDAI, Muhammad Faizi menambahkan anak dengan diabetes melitus tipe 1 memang biasanya berperawakan kurus. Karena cadangan lemak habis yang diakibatkan stok insulin dalam tubuh berkurang.

Kondisi ini dinilainya berbeda dengan diabetes melitus tipe 2. Pasien cenderung bertubuh lebih gemuk, bahkan tergolong obesitas.

"Pada diabetes melitus tipe 1, kondisi pasien mengalami kekurangan insulin karena kerusakan beta pankreas. Pada kondisi ini, insulin mencari sumber lain, yaitu lemak, maka anak cenderung kurus," terangnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif International Pediatric Association atau Asosiasi Dokter Anak Internasional (IPA), Aman Pulungan, menjelaskan orang tua perlu mewaspadai diabetes melalui skrining rutin.

Lebih lanjut dia merinci gejala umum diabetes pada anak yang bisa diamati. Beberapa di antaranya saat anak banyak makan, minum, rutin buang air kecil, tapi berat badan turun.

"Hal apa yang pertama dilakukan, yaitu cek gula darah," kata Aman.

"Lalu, kalau gemuk juga bisa di-screening, apalagi ada tanda di leher itu ada hitam seperti daki, terus di ketiak hitam. Itu insulin resisten," lanjutnya.



Simak Video "Hong Kong Setujui Vaksin Sinovac untuk Anak 3-17 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)