Senin, 15 Nov 2021 18:31 WIB

Amankah Pengidap Diabetes Mengonsumsi Pemanis Buatan? Ini Kata Dokter

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
Jakarta -

Pengidap diabetes dapat menggunakan pemanis buatan atau sintetis sebagai alternatif konsumsi gula alami. Sebab, mengonsumsi gula alami secara berlebihan dapat menyebabkan diabetes semakin sulit dikontrol.

Mengonsumsi gula secara berlebihan dapat membuat kadar gula tinggi sehingga diabetes menjadi semakin tidak terkontrol. Untuk itu, penting bagi penyandang diabetes mengontrol konsumsi gulanya.

Pemanis buatan atau sintetis menjadi pilihan bagi penyandang diabetes yang ingin mengonsumi makanan atau minuman manis. Selain karena rendah kalori, pemanis sintetis juga memiliki rasa yang lebih manis dibanding pemanis alami, seperti gula.

Dalam konferensi pers peringatan Hari Diabetes Sedunia 2021, Senin (15/11/2021), dokter spesialis penyakit dalam dr Tri Juli Edi Tarigan, SpPD-KEMD, yang berpraktik di RS Cipto Mangunkusumo Kencana mengatakan bahwa mengonsumsi pemanis buatan dianjurkan, tetapi ada catatan yang perlu diperhatikan.

"Memang untuk menikmati rasa manis penyandang kencing manis disarankan untuk menggunakan pemanis buatan yang kalorinya rendah, yang kalorinya sedikit sekali tentunya," tandas dr Tri Juli.

Untuk jenisnya sendiri, dr Tri menjelaskan tidak ada jenis pemanis buatan tertentu yang dilarang untuk dikonsumsi pengidap diabetes. Namun, harus mempertimbangkan batas yang diperbolehkan untuk mengonsumsinya dalam sehari.

"Kita menganjurkan bisa bermacam-macam, tetapi tetap mempertimbangkan yang namanya Recommended Daily Allowance. Jadi bolehnya berapa sehari itu ada di panduan kemasannya, jadi enggak boleh juga berlebihan," terang dr Tri Juli.

dr Tri Juli juga menegaskan pengidap diabetes dapat menggunakan pemanis buatan, tetapi jangan berlebihan dan mengikuti anjuran dalam kemasan produk.

"Yang penting jangan berlebihan dan ikuti panduan kemasan yang menyebutkan berapa jumlah yang diperbolehkan sehari di kemasan tersebut atau Recommended Daily Allowance," sambungnya.

(kna/kna)