Selasa, 16 Nov 2021 12:45 WIB

Penting! 3 Gejala Penyakit Jantung yang Harus Diwaspadai

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
ilustrasi sakit jantung Foto: shutterstock
Jakarta -

Penyakit kardiovaskular (CVD) atau penyakit jantung adalah penyebab utama kematian secara global, dengan perkiraan 17,9 juta jiwa setiap tahun. Gejala penyakit jantung tergantung pada jenis penyakit jantung yang diidap. Kendati demikian, ada beberapa gejala yang mungkin dialami seseorang yang mengidap penyakit jantung.

Dikutip dari laman resmi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Selasa (16/11), terkadang penyakit jantung mungkin bisa tidak menimbulkan gejala dan tidak terdiagnosis sampai seseorang mengalami tanda atau gejala serangan jantung, gagal jantung, atau aritmia.

Ketika kondisi itu terjadi, beberapa tipe sakit jantung mungkin dialami pasien, seperti:

Serangan jantung

Merasakan nyeri atau ketidaknyamanan di dada, nyeri punggung atau leher bagian atas, gangguan pencernaan, mulas, mual atau muntah, kelelahan ekstrem, ketidaknyamanan tubuh bagian atas, pusing, dan sesak napas.

Aritmia

Perasaan berdebar-debar di dada (palpitasi).

Gagal jantung

Sesak napas, kelelahan, atau pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, tungkai, perut, atau vena leher.

Sementara itu, dr Dicky Aligheri Wartono, spesialis bedah jantung, thoraks dan vaskular, juga menjelaskan terdapat tiga gejala sakit jantung yang mungkin dialami seseorang.

"Orang sakit jantung itu gejalanya tiga, sakit dada, sesak, atau berdebar-debar. Nah, itu semua bisa terjadi pada pasien sakit jantung, tapi ada satu kondisi yang kita waspadai yang disebut asimtomatik atau tidak ada keluhan [pada pasien penyakit jantung]," beber dr Dicky dalam pertemuan virtual Heartology Cardiovascular Center, Senin (16/11).

Selain itu, dr Dicky juga menjelaskan, seseorang yang telah menjalani operasi jantung bisa jadi kembali melakukan operasi jantung ulang atau rekonstruksi dalam kondisi tertentu. Tujuannya adalah untuk meningkatkan usia harapan hidup.

Kendati demikian, operasi ulang jantung ini bisa sangat berisiko bagi pasien karena memiliki tingkat kesulitan yang tinggi dan risiko komplikasi pasca operasi.

"Walaupun risikonya tinggi, operasi ini bermanfaat bagi pasien karena dapat memperpanjang usia harapan hidup, lebih energik, tidak mudah lelah dan nyeri dada minimum," tutur dr Dicky.

Beberapa operasi jantung ulang yang umum dilakukan, di antaranya untuk perbaikan katup jantung, operasi bypass, perbaikan aneurisma, atau terjadinya peradangan pada katup jantung.

"Pasien dengan aneurisma mempunyai risiko mengalami perburukan jantung. Operasi rekonstruksi yang dilakukan mencakup perbaikan aneurisma dan area sekitarnya yang terdampak," terang dr Dicky.



Simak Video "Kenali Gagal Jantung Sejak Dini, Apa Sih Penyebabnya?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)