Rabu, 17 Nov 2021 15:59 WIB

Kisah Dokter asal Bali Tinggal di Swedia saat Hamil, Naik Kereta PP 150 Km Tiap Hari

Akbar Malik - detikHealth
Beautiful young women in the third trimester of pregnancy Pregnant woman holding arms in her stomach Expecting child concepts White background Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Tanaban chuenchay)
Jakarta -

Merantau adalah perjalanan hidup yang tidak mudah, apalagi kalau harus dalam keadaan hamil. Pengalaman tersebut dirasakan oleh Ayuwidia Ekaputri yang menjadi perantau asal Indonesia di Swedia.

Perempuan yang akrab disapa Widia itu berprofesi sebagai seorang dokter dan ahli neurosains kognitif. Widia harus merantau ke Swedia karena mengikuti suaminya yang harus melanjutkan studi S3 di sana.

Menariknya, ia tidak hanya menemani sang suami, melainkan juga turut kuliah S2 di University of Skovde Swedia.

"Sebenarnya ini mungkin budaya juga di Indonesia habis nikah pengen hamil, kan? Jadi walaupun saya dokter tapi pengaruh budaya segala macam, ya pengennya hamil juga," ujar Widia kepada Hai Bunda melalui Zoom, belakangan ini.

Pada awalnya, seperti ibu muda kebanyakan, Widia memang ingin hamil setelah menikah. Keinginannya itu terjawab setelah menanti selama tiga bulan. Uniknya, kehamilan Widia didapatkan ketika ia sedang menjalani studi di tengah semester.

"Setelah sebulan, dua bulan, tiga bulan nunggu akhirnya hamil juga. Excited dong, tapi lucunya kenapa pas kita sudah ikhlas, oh ya sudah sekolah dulu. Karena pas aku hitung wah, ini tuh di tengah-tengah semester," lanjut Widia.

Di masa hamilnya, Widia tetap harus pergi ke kampus untuk kuliah. Jarak tempuh antara tempat tinggalnya dengan kampus adalah 150 km. Perjalanan tersebut ia tempuh menggunakan kereta api setiap hari selama mengandung.

"Jadi aku mikir, oh berarti sebenarnya bisa. Walaupun jaraknya jauh, tapi kan waktu tempuhnya 2 jam, yang mana itu orang Indonesia biasa melakukannya. Jadi, walau kuliahnya jauh itu sebenarnya masih bisa diatasi," ujarnya.

TERUSKAN MEMBACA, KLIK DI SINI



Simak Video "Dituding Persulit Izin Praktik Dokter Lulusan Luar Negeri, Apa Kata IDI?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)