Batuk Biasa Vs Gejala COVID-19, Bedanya Apa? Ini Penjelasan Dokter Paru

ADVERTISEMENT

Batuk Biasa Vs Gejala COVID-19, Bedanya Apa? Ini Penjelasan Dokter Paru

Vidya Pinandhita - detikHealth
Kamis, 18 Nov 2021 05:30 WIB
Young woman suffering from cold
Ilustrasi batuk (Foto: iStock)
Jakarta -

Batuk kerap dianggap sepele. Padahal batuk adalah tanda pertama gangguan pernapasan, tak terkecuali pada COVID-19. Lantas, batuk seperti apa yang boleh dianggap wajar atau wajib diwaspadai?

Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Erlina Burhan, SpP(K) menjelaskan bahwa batuk pada COVID-19 umumnya kering atau tidak berdahak. Namun jika batuk berdahak berwarna kekuningan atau kehijauan, biasanya terdapat infeksi.

"Kalau gejala batuk pada COVID-19, gejala batuknya biasanya kering, terutama yang varian Delta itu batuk kering. Jarang sekali pada COVID batuk berdahak," terangnya dalam konferensi pers PDPI terkait Peringatan Hari Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) Sedunia (World COPD Day), Rabu (17/11/2021).

"Kalau berdahak, biasanya ada infeksi sekunder dengan bakteri. Sementara pada pneumonia bakterinya batuknya sebagian besar berdahak. Dahaknya bahkan kental dan berwarna kekuningan atau kehijauan," sambungnya.

Ia menjelaskan, warna pada dahak tersebut disebabkan interaksi imunitas dan antigen dengan bakteri. Walhasil, batuk adalah salah satu gejala penyakit saluran nafas yang hampir timbul di semua jenis penyakit saluran napas.

Batuk seperti apa yang bisa dianggap wajar?

dr Erlina menegaskan, pada dasarnya tidak ada batuk yang bisa dianggap wajar. Orang yang dalam kondisi normal seharusnya tidak batuk.

Mengingat batuk adalah salah satu tanda paling umum dari gangguan pernafasan, batuk timbul karena ada mekanisme saluran nafas yang berusaha mengeluarkan sesuatu.

"Demikian juga orang yang merokok. Orang merokok terjadi inflamasi, peradangan kronik yang lama di saluran napasnya. Perokok berat biasanya saluran nafasnya sudah radang dan setiap hari menghasilkan cairan yang oleh tubuh harus dikeluarkan dengan cara batuk. Orang merokok bukan batuk biasa, tapi terbiasa batuk," pungkasnya.



Simak Video "Peringatan WHO soal Sirup Obat Batuk pada Kasus Kematian Anak Gambia"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT