Minggu, 21 Nov 2021 18:26 WIB

Rayuan Suster Nita untuk Para Lansia yang Susah Mandi

20detik - detikHealth
Jakarta -

Menjadi perawat lansia yang membutuhkan perawatan khusus adalah pekerjaan yang susah-susah gampang. Terlebih jika kita merawat lansia yang sebelumnya tidak kita kenal. Tentu harus penuh kesabaran agar tidak mudah tersulut emosi ketika menghadapinya.

Nita (32), wanita asal Majalengka yang mendedikasikan dirinya sebagai perawat lansia di Kanopi Nursing Home, Cipinang, Jakarta Timur, membagikan kisahnya selama menjadi 'suster' bagi para Oma Opa di sana.

"Kalau lagi rewel. misalkan mandi tidak mau. Mandikan harus di bujuknya ya Allah, terkadang harus cukuran dulu kumisnya, jenggotnya terkadang rambutnya juga. Supaya dia (para lansia) mau (mandi) karena gatal," cerita Nita.

"Ada juga yang suka ngejar-ngejar. Saya paksa mandi dia tidak mau, dia ngejar kita gitu. Terkadang bajunya dibasahi supaya mau mandi, 'Ayo kita mandi cuci muka saja', saat di kamar mandi kita basahi saja bajunya jadi dia mau mandi," lanjut Nita dalam program Sosok.

Nita membantu semua urusan penghuni di rumah itu, termasuk urusan toilet. Nita dan perawat lainnya juga turun tangan dalam menghadapi hal tersebut.

"Semua, semua di bersihkan. BAB (buang air besar) juga, kalau sudah tua sekali tidak bisa ngeden kita korek pakai sarung tangan," ujar Nita.

Selama bekerja menjadi perawat lansia, Nita jadi tahu rasanya merawat orang tua. Jika lansia ada yang sakit lalu membaik, maka para perawat termasuk Nita pun akan ikut bahagia.

"Mereka bisa tersenyum saya sudah bahagia. Bisa jalan seperti ada yang sedang sakit luka 3 bulan harus sembuh, sudah bisa duduk saja atau sudah bisa jalan 1 langkah saja saya sudah bahagia," cerita Nita sembari tersenyum.

Namun setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Beberapa lansia yang sudah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing, tentu membuat Nita merasa kehilangan.

"Sedihnya, kalau mereka sudah ingin pulang. Sudah sembuh misalkan sudah habis sampai bulan ini harus pulang, saya sedih biasanya di sini kita kumpul," tutur Nita.

(fuf/gah)