Minggu, 21 Nov 2021 21:00 WIB

Round Up

Heboh Pasien Esperanza 'Sembuh' dari HIV Tanpa Obat, Bagaimana Penjelasannya?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Laboratory Request, Hiv Test, Hiv Positive Ilustrasi heboh pasien Esperanza dikabarkan 'sembuh sendiri ' dari HIV tanpa obat. Foto: iStock
Jakarta -

Belakangan dunia dibuat gempar oleh kabar pasien HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang 'sembuh dengan sendirinya'. Pasien tersebut adalah seorang wanita berusia 30 tahun asal Argentina. Tak dibongkar nama dan identitasnya, pasien tersebut dijuluki 'pasien Esperanza' (Esperanza patient).

"Hanya berpikir bahwa kondisi saya dapat membantu mencapai penyembuhan untuk virus ini membuat saya merasakan tanggung jawab dan komitmen yang besar untuk mewujudkannya," kata pasien Esperanza kepada STAT News Globe, dikutip dari New York Post, Minggu (21/11/2021).

Ia kini menjalani hidupnya 'bersih' tanpa infeksi HIV bersama keluarganya, terdiri dari seorang pasangan, anak pertama, dan anak kedua yang kini tengah dalam kandungannya.

"Saya memiliki keluarga yang sehat. Saya tidak perlu berobat, dan saya hidup seolah-olah tidak ada yang terjadi. Ini sudah merupakan hak istimewa," ujarnya.

Diketahui, wanita tersebut terinfeksi HIV pada 2013 dengan diagnosis HIV-1 pada 2021. Selama 8 tahun pemeriksaan, pasien tersebut hanya mengonsumsi satu kali ART (antiretroviral) saat hamil, tepatnya antara 2019-2020.

Selama 8 tahun pemeriksaan lanjutan, ia hanya satu kali mengonsumsi ART (antiretroviral) yakni saat hamil antara 2019-2020.

Namun serangkaian tes yang dilakukan beberapa waktu terakhir tidak lagi menemukan infeksi virus dalam tubuh pasien Esperanza. Hal tersebut menunjukkan kemungkinan pasien Esperanza sembuh steril alami dari HIV-1.

Seorang peneliti di Ragon Institute of MGH, MIT dan rumah sakit Harvard Brigham and Women's, rekan penulis senior Dr Xu Yu, menjelaskan fenomena langka pada pasien Esperanza tersebut mungkin disebabkan sistem kekebalan yang mampu menekan HIV tanpa obat-obatan.

"Selama infeksi, HIV menempatkan salinan genomnya ke dalam DNA sel, menciptakan apa yang dikenal sebagai reservoir virus, Dalam keadaan itu, virus secara efektif bersembunyi dari obat anti-HIV dan respon imun tubuh," bebernya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "'Triple Tragedy' yang Mengacaukan Sistem Kesehatan Kenya"
[Gambas:Video 20detik]