Kamis, 25 Nov 2021 08:04 WIB

Viral Tiktok Hancur-hancurkan Barang, Betulan Bisa untuk 'Self Healing'?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Tangkapan layar konten viral menghancurkan barang untuk healing. Foto: Tangkapan layar konten viral menghancurkan barang untuk 'healing'.
Jakarta -

Baru-baru ini, viral video 'healing' dengan cara menghancur-hancurkan barang beling. Dalam video beredar, aktivitas tersebut difasilitasi oleh sebuah tempat di kawasan Jakarta. Setiap pengunjung yang ingin 'healing' dikenai biaya mulai dari Rp 100 ribu. Benarkah cara ini bisa jalan menuju 'healing'?

Veronica Adesla, psikolog klinis dan Co-Founder Ohana Space, menerangkan cara tersebut sebenarnya tak tepat dikatakan sebagai 'healing'. Sebab, self healing atau pemulihan diri membutuhkan ketenangan untuk berkoneksi kembali dengan diri sendiri, serta dilakukan secara kontinyu bukan cukup sekali. Misalnya, seperti yang diketahui awam, dengan meditasi atau terapi.

Menurutnya, cara tersebut lebih tepat dikatakan sebagai pelepas stres dan emosi. Bagi sebagian orang, aktivitas serupa bisa menjadi penyalur emosi negatif seperti stres, rasa marah, dan frustasi.

"Untuk self healing itu hanya bisa dilakukan butuh ketenangan. Tenang untuk apa? Terkoneksi lagi dengan diri, kemudian bisa lebih mengenal diri sendiri, bisa mengenal perasaan dan pikiran, kemudian masalah apa yang dihadapi. Mencerna itu dengan baik," terang Veronica pada detikcom, Rabu (24/11/2021).

"Kemudian sampai tahap mengolah kembali permasalahan, kembali ke masalah tersebut dan emosi, sehingga healing pulih dirinya, ini butuh serangkaian proses. Self healing yang orang awam paham seperti misalnya meditasi atau mindfulness, atau rangkaian terapi lain," sambungnya.

Siapa yang paling cocok memakai cara tersebut untuk melepas stres?

Menurut Veronica, tak ada karakter atau sifat tertentu yang membuat seseorang cocok melepas stres dengan cara menghancur-hancurkan barang. Namun pada orang dengan ledakan emosi yang besar, mungkin besar juga keinginan untuk melampiaskan kemarahan dengan cara menghancurkan benda.

"Mungkin lebih tepat dalam kondisi seperti apa. Kalau karakter, bisa jadi karakternya kelihatannya dia ada masalah diam saja, tapi suatu waktu ada yang over (berlebihan), over sekali. Dia nggak bisa diam saja," terang Veronica.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Luapkan Emosimu Di Sini, Hancurkan Saja Semua Hingga Berkeping!"
[Gambas:Video 20detik]