Kamis, 25 Nov 2021 12:15 WIB

AS Tegang, Minta FBI Telusuri Penyakit Misterius 'Sindrom Havana'

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pejabat AS di Jerman Dilaporkan Menderita Sindrom Havana Foto: DW (News)
Jakarta -

Kasus penyakit misterius 'sindrom Havana' yang menyerang tim intelijen Amerika Serikat (AS) membuat FBI turun tangan untuk menyelidiki penyebabnya. Mereka bahkan menempatkan penelusuran penyakit misterius ini sebagai prioritas utama dan menyebutnya 'insiden kesehatan tak wajar'.

Dilaporkan Reuters, Kamis (25/11/2021), sekitar 200 diplomat AS, pejabat, dan anggota keluarga di luar negeri diyakini terkena penyakit misterius itu. Gejalanya termasuk migrain, mual, gangguan ingatan, dan pusing.

Kasus sindrom Havana pertama kali dilaporkan di antara pejabat AS di ibukota Kuba pada 2016.

"Masalah insiden kesehatan yang tidak wajar adalah prioritas utama FBI, karena perlindungan, kesehatan, dan kesejahteraan karyawan dan kolega kami di seluruh pemerintah federal adalah yang terpenting," kata badan tersebut dalam sebuah pernyataan.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus bekerja dengan komunitas intelijen untuk "mengidentifikasi penyebab insiden ini dan menentukan cara terbaik untuk melindungi personel mereka.

Para pengidap penyakit tersebut dan anggota parlemen mengeluh bahwa badan-badan AS tidak menganggap penyakit itu cukup serius.

"FBI menangani semua personel pemerintah AS yang melaporkan gejala dengan serius," kata pernyataan FBI, seraya menambahkan bahwa pihaknya telah mengirim pesan kepada stafnya tentang cara merespons jika mereka mengalami kejadian tersebut, dan dimana mereka dapat menerima perawatan medis.



Simak Video "AS Bersiap Sambut Turis Asing Mulai November 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)