Kamis, 25 Nov 2021 14:07 WIB

Eropa Dihantam Gelombang Dahsyat, Kematian COVID-19 Jerman Tembus 100 Ribu!

Vidya Pinandhita - detikHealth
LEIPZIG, GERMANY - NOVEMBER 18: FFP2 masks and face shields in the Covid-19 intensive care unit at University Hospital Leipzig on November 18, 2021 in Leipzig, Germany. Hospitals are coping with a high influx of patients as the fourth wave of the coronavirus pandemic is sending infection rates to new record highs in Germany. Saxony is especially hard hit, with an average of over 750 new cases per 100,000 over a seven-day period, the highest for any state nationwide. Germanys vaccination rate, currently at about 67% of the population, is low compared to many other EU countries. The vast majority of people currently being admitted to hospital with Covid are unvaccinated. (Photo by Jens Schlueter/Getty Images) Ilustrasi kematian akibat COVID-19 Jerman tembus 100 ribu. Foto: Getty Images/Jens Schlueter
Jakarta -

Seiring dahsyatnya gelombang empat COVID-19 Eropa, total kematian akibat COVID-19 Jerman menembus 100 ribu kasus. Gelombang pandemi diketahui telah memicu tekanan berat di rumah sakit.

Sejak pandemi terjadi pada awal 2020, tercatat 100.119 orang telah meninggal dunia akibat infeksi COVID-19 di Jerman. Data tersebut mengacu pada lembaga kesehatan masyarakat RKI, Kamis (25/11/2021).

Jumlah tersebut diperkirakan sama dengan populasi kota menengah Jerman seperti Erlangen atau Guetersloh. Namun sebagai perbandingan, negara Eropa lainnya seperti Inggris, Prancis, dan Italia masing-masing mencapai total 100.000 ribu kematian akibat COVID-19 beberapa waktu lalu.

Lainnya, Amerika Serikat mencatat kematian terbanyak akibat COVID-19 dengan jumlah lebih dari 770.000. Disusul oleh Brasil dengan total lebih dari 610.000, mengacu pada data Bloomberg COVID-19 Tracker.

Meski begitu, rumah sakit Jerman tetap kewalahan, khususnya di sejumlah daerah yang belum mengalami efek signifikan dari upaya penanganan COVID-19 pemerintah.

Dikutip dari The Straits Times, Kanselir Angela Merkel dan para pemimpin regional pada pekan lalu sepakat untuk membatasi akses ke restoran, bar, dan acara publik, khususnya untuk orang-orang yang belum divaksinasi di daerah-daerah dengan imbas COVID-19 yang tinggi.

Melihat gelombang COVID-19 Eropa meroket, para ahli menegaskan keputusan lockdown seperti yang diterapkan Austria tidak dapat dihindari. Imbasnya, tak lain kerusakan pada ekonomi Eropa dan semakin menunda pemulihannya.



Simak Video "Sepinya Ruas Jalan Austria di Tengah Lockdown Nasional"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)