'Lompat Kelas', Varian Omicron Bisa 500 Persen Lebih Menular dari Virus Liar Wuhan

ADVERTISEMENT

'Lompat Kelas', Varian Omicron Bisa 500 Persen Lebih Menular dari Virus Liar Wuhan

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sabtu, 27 Nov 2021 07:15 WIB
Israelis walk in a market in Tel Aviv, Israel, Sunday, April 18, 2021. Israel has lifted a public mask mandate and fully reopened its education system in the latest easing of coronavirus restrictions following its mass vaccination drive. (AP Photo/Sebastian Scheiner)
Varian Omicron ditemukan juga di Israel, varian ini dikhawatirkan memiliki penularan 500 persen lebih cepat dari versi asli.(Foto: AP/Sebastian Scheiner)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi mengklasifikasikan B.1.1.529 sebagai varian mengkhawatirkan atau variant of concern. Pakar epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menyebut ini adalah kali pertama varian baru Corona 'lompat kelas'.

"Varian Omicron langsung menjadi variant of concern ini adalah pertanda sangat serius, karena umumnya yang baru-baru itu jadi variant of interest atau varian under investigation," beber Dicky kepada detikcom Jumat (27/11/2021).

"Tapi ini langsung lompat, dan ini menjadi satu-satunya varian baru yang langsung menjadi varian mengkhawatirkan. Inilah yang salah satu mendasari kenapa saya juga memprediksi ada gelombang berikutnya, dalam hal ini, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di dunia," sambung dia.

Dicky sejak lama memprediksi akan muncul varian super seperti varian Omicron B.1.1.529 yang lahir dari wilayah dengan kapasitas testing, tracing, dan treatment (3T) rendah. Disusul cakupan vaksinasi belum mencapai target.

Secara teori, Dicky menilai kemunculan varian super seperti ini memang hanya menunggu waktu.

"Itu teoritis dan hukum biologi, keniscayaan, yang kita ini seperti menantang maut," beber dia.

Ia kemudian khawatir kelahiran varian super bisa saja muncul dari beberapa kawasan atau wilayah Indonesia dengan strategi atau respons COVID-19 masih belum maksimal.

Kecepatan penularan bisa 500 persen lebih tinggi

Dicky menggambarkan kecepatan penularan varian Omicron bisa mencapai 500 persen dari virus Corona pertama versi Wuhan. Sejak ditemukan 11 November lalu, penyebarannya dinilai Dicky sangat cepat.

"Kalau diibaratkan Delta itu 100 persen kecepatannya, lebih cepat daripada virus liar yang di Wuhan, ini kemungkinan bisa sampai 500 persen," beber dia.

"Ini potensinya kalau yang saya hitung daripada varian Wuhan, karena begitu cepat, ini sekali lagi dunia dalam kondisi yang sangat rawan termasuk Indonesia," pesan Dicky.

Meski begitu, masyarakat disebutnya tak perlu panik. Vaksin COVID-19 jenis apapun hingga kini masih efektif, tetapi kemunculan varian Omicron jadi pengingat protokol kesehatan tak boleh kendor.

"Namun kalau bicara dengan varian baru tentu akan perlu ada modifikasi, tapi yang ada saat ini masih tetap bermanfaat," pungkas dia sembari menegaskan Pfizer dan Moderna tengah menganalisis keampuhan vaksin pada varian Omicron, tetapi membutuhkan waktu setidaknya 100 hari.



Simak Video "Temuan Terkini Terkait Subvarian Omicron BN.1"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT