ADVERTISEMENT

Minggu, 28 Nov 2021 00:05 WIB

Round Up

4 Fakta Varian Mengkhawatirkan Omicron, Sudah Menyebar ke Negara Asia

Ayunda Septiani - detikHealth
Corona virus under magnifying glass. Observation made by virologists in the laboratory with microscope.  Red heart shaped coronavirus being mutated through genome modification. 3D rendering. Foto: Getty Images/iStockphoto/Stockcrafter
Jakarta -

Corona belum usai, kini muncul varian mengkhawatirkan terbaru, B.1.1.529 yang pertama kali diidentifikasi di Botswana, Afrika Selatan diberi nama oleh WHO varian Omicron. Varian ini sudah menyebar ke sejumlah negara termasuk ke Hong Kong. .

"Varian ini memiliki sejumlah besar mutasi, beberapa di antaranya mengkhawatirkan," kata WHO dalam sebuah pernyataan yang dirilis Jumat, yang dikutip dari CNBC.

"Bukti awal menunjukkan adanya peningkatan risiko infeksi ulang dengan varian ini, dibandingkan dengan VoC lainnya," lanjutnya.

Berikut fakta-fakta varian Omicron terbaru:

1. Daftar negara yang menemukan variant of concern Omicron

Hong Kong menemukan kasus pertama 'varian super' B.1.1.529. Varian B.1.1.529 ini menginfeksi seorang pasien yang baru berpulang dari Afrika Selatan.

Namun, selang beberapa hari, tamu dari salah satu hotel di Hong Kong juga dinyatakan positif COVID-19 varian B.1.1.529. Temuan dua kasus varian baru ini memicu rasa was-was para pelancong yang tiba di Hong Kong.

"Informasi ilmiah tentang risiko terhadap kesehatan publik dari garis mutasi COVID-19 baru ini masih kurang. Saat ini, mutasi itu diklasifikasikan oleh WHO sebagai varian dalam pemantauan," kata Departemen Kesehatan Hong Kong.

Selain Hong Kong, Institut Nasional untuk Penyakit Menular Afrika Selatan, New York Times melaporkan Afrika Selatan sebelumnya juga mengidentifikasi 22 kasus.

Menteri Kesehatan Afrika Selatan Joe Phaahla mengatakan varian B.1.1.529 kini menjadi perhatian serius. Ahli virologi mendeteksi hampir 100 kasus terkait dengan varian B.1.1.529 di Afsel.

Menyusul Israel hingga Belgia yang masing-masing mencatat kasus pertama mereka. Di Belgia, pasien yang terinfeksi varian Omicron ini baru pulang dari Mesir, sementara pasien di Israel baru melakukan perjalanan dari Malawi. Varian Omicron pertama kali muncul di Botswana, wilayah yang bertetangga dengan Afrika Selatan, dilaporkan pada orang yang sudah divaksinasi.

2. Jumlah mutasi dua kali lipat dari Delta

Badan Keamanan Kesehatan Inggris mengatakan varian yang disebut B.1.1.529 itu memiliki protein spike yang secara dramatis berbeda dengan yang ada pada virus corona asli yang menjadi dasar vaksin COVID-19.

Dikutip dari CNA, mereka mencirikan varian tersebut memiliki dua kali lipat jumlah mutasi dan dianggap sebagai 'varian terburuk'. Varian ini pertama kali menyebar di Afrika Selatan.

Varian baru ini pertama kali diidentifikasi pada awal minggu, menyebabkan Inggris bergegas untuk membatasi perjalanan di Afrika Selatan dan lima negara tetangga, bertindak jauh lebih cepat daripada dengan varian sebelumnya.

"Apa yang kami ketahui adalah ada sejumlah besar mutasi, mungkin dua kali lipat jumlah mutasi yang kami lihat pada varian Delta," kata Menteri Kesehatan Sajid Javid.

3. Terbukti meningkatkan risiko reinfeksi

"Bukti awal menunjukkan peningkatan risikoinfeksi ulang dengan varian ini, dibandingkan dengan VOC lainnya. Jumlah kasus varian ini tampaknya meningkat di hampir semua provinsi di Afrika Selatan," jelas WHO dalam keterangan tertulis.


WHO melanjutkan, diagnostik PCR SARS-CoV-2 saat ini masih bisa mendeteksi varian Omicron. Namun, beberapa laboratorium telah mengindikasikan bahwa untuk satu tes PCR yang banyak digunakan, salah satu dari tiga gen target tidak terdeteksi (disebut dropout gen S atau kegagalan target gen S) dan oleh karena itu tes ini dapat digunakan sebagai penanda untuk varian ini, menunggu konfirmasi sekuensing.

Dengan menggunakan pendekatan ini, varian ini telah terdeteksi pada tingkat yang lebih cepat daripada lonjakan infeksi sebelumnya, menunjukkan bahwa varian ini mungkin memiliki keunggulan pertumbuhan.

4. Dikhawatirkan kebal vaksin COVID-19 dan lebih cepat menular

Eks petinggi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara, Profesor Tjandra Yoga Aditama menyebut varian B.1.1.529 bisa memiliki lebih dari 30 mutasi. Ini artinya varian tersebut memiliki mutasi yang bahkan lebih banyak dari varian paling mendominasi saat ini yaitu Delta.

"Mengkhawatirkan artinya harus waspada dan diteliti mendalam secara ilmiah. Belum tentu juga akan lebih berbahaya, tergantung dari analisa ilmiah beberapa waktu ke depan," ujar Prof Tjandra dalam keterangannya pada Jumat (26/11/2021).

"Sejauh ini yang diduga sedikitnya akan ada dampak terhadap penularan. Belum terlalu jelas apakah akan ada dampak pada 4 hal lain, yaitu beratnya penyakit, diagnosis dengan PCR & Antigen, infeksi ulang, dan vaksin. Biasanya perlu waktu beberapa minggu barulah semua informasi lebih jelas," lanjut pria yang juga ahli penyakit paru-paru tersebut.

Simak video 'Apa yang Menyebabkan B.1.1.529 atau Omicron Disebut Mengkhawatirkan?':

[Gambas:Video 20detik]



(ayd/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT